Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Jerman Masih Setia Menggunakan Uang Tunai. (Foto: Shutterstock)
Dream – Jerman terkenal sebagai negara pengguna uang tunai terbesar di kawasan Uni Eropa. Ada satu alasan yang mendasari negara ini masih menyukai sistem pembayaran tunai.
Dikutip dari Zing, Minggu 16 Juni 2019 di Berlin, Jerman, jangan berharap bisa berbelanja dengan kartu kredit. Kebanyakan toko di sana hanya menerima uang tunai. Bahkan untuk restoran sekalipun.
Fakta ini bisa jadi mengagetkan banyak orang mengingat teknologi di Jerman berkembang sangat pesat. Jika negara-negaa Eropa dan dunia sudah menggunakan kartu kredit atau alat pembayaran lainnya, Jerman masih setia dengan uang euro.
Seorang wanita Jerman, Madeleine Petry, mengatakan senang menggunakan uang tunai untuk bisa mengatur pengeluaran dengan mudah.
“ Kadang-kadang saya menggunakan kartu debit ketika tidak bisa tarik tunai di ATM. Saya juga menggunakan kartu kredit untuk berbelanja barang secara online,” kata Petry.
Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Bank Sentral Jerman, Deutsche Bundesbank pada 2017, rata-rata satu orang Jerman membawa uang tunai 107 euro (Rp1,73 juta) di dalam dompetnya. Jumlahnya mencapai 3 kali dari yang dibawa oleh orang Perancis.
Sebagai perbandingan, survei yang dilakukan oleh sebuah bank di Amerika Serikat, ada tiga perempat masyarakat Amerika yang disurvei, membawa kurang dari US$50 (Rp716.354) di dompetnya. Malah, ada yang membawa kurang dari US$10 (Rp143.271).
Menurut survei EHI Retail Research Institute, pada 2018, pertama kalinya Jerman menggunakan transaksi dengan kartu pembayaran lebih banyak daripada tunai. Transaksi dengan kartu debit atau kredit mencapai 48,6 persen, sedangkan tunai 48,3 persen.
Kepala Departemen Uang Tunai dan Kredit di Rostock University, Doris Neurberger, mengatakan masyarakat Jerman masih menyukai uang tunai karena mengutamakan keamanan personal dan kenyamanan.
“ Masyarakat Jerman menggunakan uang tunai karena mengutamakan keamanan infromasi pribadi dan kenyamanan,” kata Neurberger.
Sementara itu, asisten profesor di University of Gottingen, Agnieszka Gehringer, mengatakan uang tunai bisa memberikan perasaan aman.
“ Dengan uang tunai, saya memiliki aset berwujud di tangan. Itu memberikan rasa aman daripada nomor elektronik dalam akun,” kata Gehringer.
Tahun lalu, Kementerian Keuangan Jerman berencana untuk membatasi pembayaran uang tunai 5 ribu euro (Rp80,69 juta), tapi gagal karena ditolak oleh publik.
Banyak negara memberlakukan kebijakan untuk membatasi transaksi uang tunai untuk memerangi penggelapan pajak, pencucian uang, dan tindakan kriminal lainnya. Banyak negara seperti Swedia yang bertahap menuju ekonomi nontunai.
Profesor Oliver Serfling dari Rhine Waal University mengatakan pihaknya telah melakukan survei pembatasan uang tunai pada 2017. Hasilnya, 90 persen responden menolak.
Neurberger menambahkan, pembatasan uang tunai bisa mempermudah pemerintah mengakses informasi pribadi masyarakat.
Kini, generasi muda Jerman juga telah berubah. Gehringer mengatakan 80 persen mahasiswa pertukaran Jerman kini menggunakan pembayaran elektronik. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya