Sering Menahan Diri untuk Bicara? Kebiasaan Ini Bisa Diam-Diam Merusak Hubungan
Suka Membaca Buku? Kebiasaan Ini Bisa Turunkan Risiko Alzheimer Hingga 33 Persen Lebih Rendah
9 Cara Aneh yang Pernah Dilakukan Manusia untuk Menghindari Wabah Pes
Dengarkan Musik yang Tenang Saat Makan, Studi Ungkap Pengaruhnya pada Pilihan Makanan
3 Kebiasaan Olahraga yang Sebaiknya Mulai Dilakukan Saat Usia Paruh Baya agar Tetap Bugar
Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an
Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya
Pimpinan Boeing Mengakui Ada Kesalahan Sistem Peringatan Kokpit Di Pesawat MAX. (Foto: Shutterstock)
Dream – CEO Being, Dennis Muilenburg, mengakui perusahaan telah membuat kesalahan dalam menangani sistem peringatan kokpit yang bermasalah di pesawat 737 sebelum dua kecelakaan nahas yang menewaskan 346 orang terjadi.
Muilenburg berjanji akan lebih bersikap transparan dan berharap pesawat yang pernah menjadi armada paling laku Boeing itu bisa kembali beroperasi.
Dikutip dari Yahoo News, Senin 17 Juni 2019, Muilenburg mengatakan selama ini komunikasi antara Boeing, pelanggan dan publik tidak konsisten. “ Ini tidak bisa diterima,” katanya.
Sekadar informasi, Federal Aviation Administration (FAA) Amerika Serikat menghukum Boeing karena tak memberi tahu regulator lebih dari setahun tentang indikator keamanan di kokpit tidak bekerja semestinya.
Para pilot juga marah Boeing tidak menginformasikan software baru yang menyebabkan kecelakaan fatal di Indonesia dan Ethiopia.
Boeing dan FAA menyebut lampu peringatan tak penting untuk keselamatan penerbangan. Tak jelas juga apakah salah satu tabrakan bisa dicegah kalau sistem peringatan kokpit bisa bekerja dengan benar.
Produsen pesawat asal Amerika Serikat ini mengatakan semua pesawatnya, termasuk MAX, memberikan semua informasi penerbangan kepada pilot, termasuk kecepatan, ketinggian, dan kinerja mesin.
Sayangnya, komunikasi yang gagal telah mengikis kepercayaan terhadap Boeing. Perusahaan ini berjuang bangkit kembali dari kecelakaan jet penumpang di dua negara.
“ Kami bersalah dalam implementasi kesalahan,” kata dia.
Muilenburg optimistis MAX 737 bisa terbang kembali tahun ini oleh regulator Amerika Serikat dan negara-negara lainnya. “ Kami akan fokus untuk memastikan MAX aman,” kata dia.
Model ini “ dikandangkan” selama tiga bulan di seluruh dunia. Regulator meminta Boeing untuk memperbaiki piranti lunak sebelum mengudara.
Muilenburg mengatakan kecelakaan jet Lion Air dan Ethiopian Airlines sebagai momen yang menentukan bagi Boeing. Tapi, dia yakin musibah itu akan menjadikan perusahaannya menjadi lebih baik dan kuat.(Sah)
Advertisement

Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang

5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya

Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya

Suka Membaca Buku? Kebiasaan Ini Bisa Turunkan Risiko Alzheimer Hingga 33 Persen Lebih Rendah

9 Cara Aneh yang Pernah Dilakukan Manusia untuk Menghindari Wabah Pes

Dengarkan Musik yang Tenang Saat Makan, Studi Ungkap Pengaruhnya pada Pilihan Makanan