Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Ilustrasi
Dream - Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengharapkan adanya konsolidasi perbankan nasional. Langkah itu sebagai bentuk antisipasi dalam menghadapi liberalisasi jasa keuangan dalam program Masyarakat Ekonomi ASEAN di sektor perbankan tahun 2020.
Untuk itu, Bambang akan meminta Menteri BUMN Rini Soemarmo melakukan penggabungan perbankan pelat merah, yaitu Bank Mandiri, BNI, BRI, dan BTN.
" Indonesia harus memiliki bank besar kalau mau bersaing dengan bank-bank Singapura," ujar Bambang seperti dikutip dari laman merdeka.com, Jumat, 31 Oktober, 2014.
Sayangnya, harapan menteri keuangan baru itu ditanggapi negatif oleh pihak perbankan. Pasalnya, menurut Direktur Utama Bank Negara Indonesia Gatot Suwondo, tindakan konsolidasi itu tepat dilakukan dalam keadaan krisis ekonomi.
" Merger dan akuisisi baru efektif dalam kondisi semua perbankan sedang dalam keadaan loss," katanya.
Gatot menambahkan langkah konsolidasi itu bukan merupakan jaminan perbankan Indonesia siap menghadapi liberalisasi sektor keuangan Asean pada 2020. Apalagi dalam kondisi ekonomi dan fundamental perbankan yang sedang baik seperti saat ini, justru yang diperlukan adalah konsolidasi strategis seperti yang diharapkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
" Konsolidasi strategis seperti pembagian tugas antarbank. Bank ini menggarap apa, bank itu menggarap apa," tandas Gatot. (Ism, Sumber: Merdeka.com )
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam