Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Papan Perdagangan Bursa Efek Indonesia (www.merdeka.com)
Dream - Penguatan harga saham komoditas akibat aksi spekulatif pelaku pasar belum cukup kuat membawa indeks saham acuan melaju ke zona hijau. Lantai bursa justru kental dengan aksi jual tersulut pernyataan bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserves.
Aksi jual pemodal lokal ini dimanfaatkan investor asing untuk mengoleksi saham-saham pilihan. Meski jauh dari pencapaian kemarin, pemodal asing kembali mencetak nett buy hingga Rp 255 miliar.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis, 30 Oktober 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 15,20 poin (0,30%) ke level 5.058,94.
Dengan transaksi perdagangan mencapai Rp 7,6 triliun, IHSG sebetulnya sempat menyentuh zona hijau dan mencetak level tertinggi 5.076,28. Namun aksi jual pelaku pasar membuatna kembali ke zona merah.
Tercatat 179 emiten di lantai bursa longsor ke teritori negatif. Beruntung masih ada 126 emiten yang melaju naik dan menahan pelemahan yang lebih dalam.
Pelemahan IHSG terjadi di tengah kondisi bursa regonal yang bergerak variatif. IHSG melemah bersamaan dengan Hang Seng Hong Kong yang turun 0,49 persen dan Kospi Korea Selatan 0,15 persen.
Sebaliknya, Nikkei Jepang dan Strait Times masih terus melanjutkan penguatan usai naik masing-masing 0,75 persen dan 0,21 persen.
Dari pasar keuangan, kurs rupiah juga kembali tertekan seoanjang perdagangan hari ini. Sore ini rupiah terdepresiasi 47 poin (0,39%) menjadi 12.132 per dolar AS.
Turunnya IHSG ke zona merah diikuti dua saham syariah di BEI. Berbeda dengan IHSG, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII) justru memulai perdagangan di zona hijau.
ISSI sore ini menutup perdagangan dengan melemah 0,28 poi (0,18%) ke level 162,65. Turunnya harga saham dari 115 emiten sukses menyeret ISSI ke zona merah.
Pemodal tercatat mentransaksikan tak kurang dari 31,22 juta saham serta membawa 72 emiten syariah melaju di zona hijau. Dari aksi jual beli ini, pemodal menghabiskan dana hingga Rp 3,14 triliun.
Penurunan juga dialami indeks saham bluechips syariah, JII, yang melemah 0,98 poin (0,15%) ke level 666,81.
Saham-saham syariah kali ini terpecah dunia dimana 13 emiten bergerak menguat dan 13 lainnya melemah. Tercatat 4 emiten memilih stagnan.
Saham-saham bluechips pencetak untung tertinggi (top gainer) didominasi oleh emiten sektor komoditas. Berada di puncak top gainer adalah AALI yang menguat Rp 1.925, diikuti LSIP Rp 75, PTBA Rp 75, INCO Rp 65, dan TLKM Rp 40 per saham. (Ism)
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya