Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Setelah digemparkan dengan kesuksesan dua aplikasi ojek digital, kini masyarakat Jakarta, Bogor, Tangerang dan Bekasi punya satu pilihan lagi, yaitu aplikasi Blu-Jek. Berbeda dengan dua pendahulunya, Blu-Jek dapat dikenali dengan idenitas warna biru.
Menurut Agnes Aninditya, Public Relations Blu-Jek, tajuk tersebut awalnya berasal dari kata blusukan. “ Kata blusukan secara etimologi berasal dari bahasa Jawa, dari kata dasar blusuk atau ‘masuk’ dan akhiran –an yang berarti masuk-masuk ke tempat tertentu untuk mengetahui sesuatu,” ujar Agnes saat ditemui di Jakarta, Kamis 17 September 2015.
Ia menambahkan, warga Jakarta sudah terbiasa melakukan blusukan untuk menghindari macet serta mencari jalan alternatif agar cepat sampai di tujuan, dan ojek senantiasa membantu mereka setiap hari. “ Selain itu, kata blu sendiri juga menjelaskan identitas warna yang kami gunakan, yaitu biru,” lanjutnya.
Di samping warna identitasnya yang berbeda, prioritas pengemudi yang disasar Blu-Jek adalah para pengojek pangkalan. Pendiri Blu-Jek, Garett Kartono hal tersebut dilakukan karena selama ini keberadaan aplikasi ojek online kerap menimbulkan masalah bagi mereka.
“ Kami juga punya misi sosial untuk menggerakkan roda ekonomi di kalangan masyarakat menengah ke bawah,” katanya pada kesempatan yang sama.
Untuk merekrut para pengemudi ojek pangkalan, kata Garrett, Blu-Jek memiliki satu tim khusus yang bertugas melakukan sosialisasi kepada mereka.
“ Sejak Maret 2015, kami datang langsung ke pangkalan-pangkalan setiap hari, dan itu akan terus dilakukan ke depannya,” tutur lelaki yang juga aktif dalam usaha manufaktur ini.
Hingga saat ini, sudah terdaftar 1.000 orang pengemudi Blu-Jek yang sudah siap beroperasi di sekitar wilayah Jabodetabek. Di antara mereka, 98 persen berasal dari ojek pangkalan sedangkan 2 persen lainnya dari masyarakat umum.
Para pengemudi akan mendapat penghasilan sebesar 80 persen dari tarif yang dibayarkan konsumen, sedangkan sisanya akan masuk ke perusahaan.
“ Untuk minimum order, tarifnya itu Rp 25.000 untuk 5 km pertama, sedangkan setiap pertambahan 1 km ada tarifnya bertambah Rp 4000,” kata pendiri Blu-Jek Michael R. Manuhutu.
Sedangkan untuk menarik minat masyarakat menggunakan jasa Blu-Jek, perusahaan ini menawarkan promo 30.000 Free Ride selama satu bulan, dari hari ini hingga 17 Oktober mendatang. Selama itu pula, akan ada 1.000 pengemudi Blu-Jek yang akan mengantar warga secara cuma-cuma setiap hari. Caranya hanya dengan mengunduh aplikasi tersebut.
Blu-Jek juga mengklaim bahwa aplikasi ini dibangun penuh oleh anak bangsa. Sebab, bukan hanya sistem aplikasinya yang dibuat oleh tim lokal, pendanaan perusahaan ini juga sepenuhnya berasal dari dana pribadi kedua pendiri, yaitu Garrett Kartono dan Michael R. Manuhutu.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya