Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Transaksi Barter Kembali Muncul Di Tengah Pandemi Covid-19. (foto: Shutterstock/ilustrasi)
Dream – Pandemi Covid-19 membuat berbagai perubahan dalam kehidupan masyarakat, termasuk transaksi. Terjadi pergeseran transaksi dari tunai menjadi nontunai. Bahkan, transaksi dengan pertukaran barang kembali muncul.
“ Terjadi pergeseran signifikan di masa pandemi bagaimana perilaku orang bertransaksi. Yang paling menonjol terlihat adalah penggunaan mobile banking yang meningkat,” kata Pengurus BPP HIPMI/Bidang Keuangan & Perbankan, Hadi Nainggolan, dalam Live Streaming “ Pergeseran Kebiasaan Bertransaksi dalam Masa Pandemi” yang disiarkan oleh akun Youtube BNPB Indonesia, Selasa 3 November 2020.
Pergeseran transaksi tunai ke nontunai, kata Hadi, meningkat 480 persen. Dikatakan bahwa masa pandemi ini membuat orang-orang semakin banyak yang menggunakan internet banking dan mobile banking untuk bertransaksi.
“ Ini perubahan disebabkan orang menghindari kontak langsung,” kata dia.
Hadi mengatakan pandemi ini juga mengakibatkan munculnya transaksi zaman dahulu, yaitu barter barang. Dikatakan bahwa transaksi non uang ini mulai muncul di beberapa daerah.
“ Yang menarik, pada masa penting saat ini, ada beberapa titik distribusi barang yang nggak stabil, kebiasaan lama muncul lagi, seperti tukar barang,” kata dia.
Contohnya, lanjut Hadi, orang yang memiliki pohon kelapa yang banyak, akan menukar kelapanya dengan beras.
“ Ini kembali juga walaupun tidak masif, tapi, kan (barter) bagian dari transaksi juga. Mengakomodasi kebutuhan barang,” kata dia.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Dream - Bank Indonesia (BI) melaporkan transaksi bisnis jual beli online atau e-Commerce selama masa pandemik Covid-19 meningkat signifikan. Transaksi harian dilaporkan melonjak sebanyak 25 persen selama pandemik.
Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia (BI) Filianingsih Hendarta mengatakan, transaksi harian yang dilakukan melalui e-Commerce juga dilaporkan meningkatk hingga 4,8 juta.
Peningkatan juga dilaporkan terjadi dari sisi konsumen baru yang bertambah 51 persen.
" Artinya permintaan dan supply meningkat," ujar Filianingsih dalam diskusi online dikutip Dream dari Liputan6.com, Jakarta, Senin 6 Juli 2020.
![]()
Filiansyah mengatakan fenomena ini merupakan salah satu kondisi menguntungkan di tengah pandemi Virus Corona. Dengan keadaan masyarakat yang banyak melakukan mayoritas pekerjaan dari rumah mendorong penggunaan tehnologi untuk berbagai kebutuhan.
" Blessing in distress. Masyarakat dengan PSBB terpaksa kita harus belajar. Dengan adanya Covid mengakselerasi digitalisasi di Indonesia," kata dia.
Tren ini turut memacu pembayaran digital yang meningkat seiring penggunaan tehnologi secara masif dalam kehidupan sehari-hari.
Pada April 2020, aktivitas ekonomi di e-commerce tercatat meningkat hingga 7 persen dengan volume 78 persen dibandingkan setahun sebelumnya.
Bulan Mei lalu, aktivitas ekonomi online bahkan meningkat hingga 40,6 persen. Meski secara nominal dilaporkan menurun.
" Inovasi sudah terjadi. Digital pembayaran secara bertahap menggeser konvensional yang face to face," tandasnya.
(Sah, Sumber: Liputan.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya