Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Penasaran Dengan Penampakan Uang Kertas Pertama Di Dunia? (foto: Shutterstock/ilustrasi Uang Rupiah)
Dream – Dalam transaksi jual beli konvensional kita mengenal dua bentuk uang yaitu logam dan kertas. Biasanya uang dalam bentuk logam atau koin digunakan untuk nominal kecil sementara kertas lebih banyak diterapkan pada nominal-nominal besar.
Bicara tentang uang kertas, siapa sangka uang pertama di dunia ini ditemukan di Tiongkok. Uang kertas ini bernama jiaozi ini ditemukan di Tiongkok pada tahun 997.
Dikutip dari laman Bank Indonesia, Jumat 24 September 2021, cikal bakal uang kertas ini adalah uang terbang. Uang itu digunakan oleh pedagang kaya dan pejabat pemerintah pada pemerintahan Dinasti Tang (618-907).

Uang terbang ini adalah dokumen yang setara dengan wesel pada masa kini. Uang ini memungkinkan seseorang meyetorkan uang kepada pejabat setempat dengan imbalan kuitansi kertas. Kuitansi ini digunakan untuk menebus dengan jumlah yang sama di tempat lain.
Pada pedagang dan pejabat pada masa itu mulai meninggalkan koin-koin yang berat kepada agen yang dipercaya. Agen itu mencatat berapa banyak uang yang disimpan oleh pedagang di selembar kertas.
Kertas yang semacam surat promes—surat sanggup bayar—itu bernama jiaozi. Uang itu bisa digunakan untuk transaksi perdagangan seperti membeli barang.
Kemudian, penjual yang menerima surat promes tersebut bisa pergi ke agen dan menebus catatan untuk ditukar dengan koin. Keberadaan uang terbang pada waktu itu sangat berarti sebab mampu menyederhanakan transaksi.
Akan tetapi, surat promes ini masih diproduksi secara pribadi dan belum jadi mata uang yang sebenarnya.
Kemudian, pada Dinasti Song (960-1279), pada masa Kekaisaran Zhenzong (997-1010), uang kertas itu diciptakan. Uang kertas ini bisa ditukar dengan uang koin. Bahkan, bisa ditukar antarindividu.
Uang kertas itu pada mulanya populer. Namun, terganggu karena ada masalah inflasi setelah beberapa dekade.
Setelah beberapa dekade terganggu akibat inflasi, Jiaozi kemudian digantikan oleh catatan yang disebut " Huizi" , yang dicetak oleh Dinasti Song (960-1279 M) melalui percetakannya sendiri.
Setiap catatan berukuran kira-kira selembar kertas A4 dan dicetak dari lempengan tembaga. Dalam cetakan tersebut juga disertai dengan ancaman untuk pemalsu di bawahnya. Catatan yang dicetak itu dihiasi dengan denominasi tulisan tangan dan perangko keaslian tinta merah.
Seiring dengan penggunaan uang kertas, China juga mengalami krisis keuangan yang cukup parah. Produksi kertas telah tumbuh sampai nilainya jatuh kemudian mendorong inflasi melambung.
Akibatnya, Tiongkok menghilangkan uang kertas secara menyeluruh pada 1455. Kala itu, Negeri Tirai Bambu telah menggunakan uang kertas selama lebih dari 500 tahun. Bahkan, tidak menggunakannya lagi selama beberapa tahun sesudahnya.
Sementara itu, praktik penggunaan uang kertas di Eropa mulai populer pada abad ke-17.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan