Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Pemerintah Akan Menyederhanakan Tarif Listrik.
Dream – Pemerintah bakal menyederhanakan jumlah golongan tarif pelanggan listrik. Salah satu alasannya, jumlah kelompok tarif listrik di Indonesia terlampau banyak dan rumit, mencapai 37 golongan.
Dikutip dari esdm.go.id, Senin, 13 November 2017, cara penyederhanaan ini masih dalam kajian antaran Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dengan PT PLN (Persero). Misalnya, melebur golongan 900 VA non-subsidi, 1300 VA, 2200 VA, dam 3300 VA menjadi satu golongan, yaitu 4400 VA.
Nantinya, tidak akan ada biaya yang dipikul oleh pelanggan meskipun struktur tarif ini disederhanakan atau dayanya naik. Dengan begitu, hanya akan ada tiga golongan pelanggan listrik yaitu golongan subsidi 450 VA dan 900 VA, non-subsidi 4.400 VA dan 13.000 VA, dan 13.000 VA ke atas (loss stroom).
Golongan tarif listrik di Indonesia tergolong rumit. Tetapi, indonesia bukan satu-satunya negara dengan penentuan tarif listrik paling ribet.
Sebagian besar negara kawasan ASEAN menerapkan tarif listrik cukup praktis. Meski begitu, ada pula negara yang tarif listriknya rumit seperti Indonesia. Berikut ini daftarnya.
...
© Dream
Tarif tenaga listrik di Brunei Darussalam dibagi ke dalam dua jenis yaitu tarif A untuk rumah tangga dan tarif B untuk komersial dan industri.
Tarif A sendiri dibagi menjadi beberapa blok pemakaian, yaitu 10 kilo Watt hour (kWh) pertama dengan tarif 0,25 dolar Brunei per kWh, 60 kWh berikutnya (0,15 dolar Brunei per kWh), 100 kWh berikutnya (0,10 dolar Brunei sen/kWh) dan pemakaian kWh berikutnya (0,05 dolar Brunei per kWh).
Sementara untuk tarif B, 10 kWh pertama (kVA x 0,20 dolar Brunei per kWh), 100 kWh berikutnya (kVA x 0,07 dolar Brunei per kWh), 100 kWh berikutnya (kVA x 0,06 dolar Brunei per kWh), dan pemakaian kWh berikutnya (0,05 dolar Brunei per kWh).
© Dream
Di Timor Leste, untuk pelanggan yang menggunakan kWh meter, tarifnya dibagi dalam dua golongan tarif, yakni komersial dan kantor pemerintah (US$0,20/kWh) serta domestik dan sosial (US$0,16/kWh).
Selain dua golongan tarif di atas, bagi pelanggan yang tidak menggunakan kWh meter tarifnya bervariasi dari US$3 per bulan untuk pelanggan miskin dengan sambungan 2 Ampere dan menyala hanya 6 jam per hari, sampai dengan US$25 per bulan.
© Dream
Struktur tarif tenaga listrik di Thailand dibagi ke dalam 7 golongan pelanggan. Golongan tersebut yaitu rumah tangga bertarif 2,84 Bath/kWh, pelayanan umum skala kecil bertarif 3,26 Bath/kWh, pelayanan umum skala medium bertarif 2,79 Bath/kWh, pelayanan umum skala besar bertarif 2,45 Bath/kWh, hotel bertarif 2,52 Bath/kWh, institusi pemerintah bertarif 2,71 Bath/kWh, dan kegiatan pertanian bertarif 2,28 Bath/kWh.
© Dream
Di Myanmar, tarif listriknya dibagi ke dalam 7 golongan besar. Berdasarkan jenis penggunaan dari tenaga listriknya terbagi menjadi golongan umum, listrik domestik, listrik skala kecil, industri, bangunan gedung, lampu jalan, dan penerangan sementara.
© Dream
Negara ini hanya menerapkan lima golongan tarif pelanggan listrik, yaitu tegangan rendah-domestik, tegangan rendah-non domestik, tegangan tinggi-small supplies, tegangan tinggi-large supplies, dan tegangan ekstra tinggi.
© Dream
Di Vietnam, tarif tenaga listrik dibagi ke dalam 4 struktur utama yakni industri manufaktur, instansi pemerintah, bisnis, dan rumah tangga, yang masing-masing dirinci lagi berdasar tegangannya. Total setelah dirinci, terdapat 11 golongan pelanggan.
© Dream
Negara ini telah membagi golongan tarif tenaga listrik di negaranya ke dalam 6 golongan tarif yaitu rumah tangga, pelayanan umum, pembangkitan umum, rumah sakit dan fasilitas sosial, penerangan jalan umum, serta generator yang terhubung dengan jaringan distribusi dengan daya lebih dari 40 kW.
© Dream
Negara lain yang menerapkan pembagian golongan tarif tenaga listrik yang cukup rumit adalah Malaysia. Namun, penggolongan tarif tenaga listrik ini hanya mencatatkan 16 golongan tarif saja atau kurang dari setengah dari total golongan tarif yang ada di Indonesia.
© Dream
Negara yang menerapkan tarif listrik paling kompleks adalah Malaysia. Di negara tersebut,ada 16 golongan tarif listrik. (ism)
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi

Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO


Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari