Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Apakah Kita Bisa Hidup Tenang Selamanya Setelah Menjadi Kaya, Sahabat Dream? (Foto: Shutterstock)
Dream – Sahabat Dream, tak jarang kita berandai-andai menjadi orang kaya. Ketika punya banyak uang, bisa membeli apa saja yang diinginkan. Rumah, mobil, bahkan lahan untuk bercocok tanam bisa kita bayar dengan mudah.
Tentu uang-uang yang kita punya bisa menutup semua kebutuhan sehari-hari sampai hari tua, bahkan sampai tujuh turunan, kalau tajir melintir. Tapi, apakah menjadi kaya itu bisa membuat hidup kita tenang? Tunggu dulu. Ternyata, kaya justru membuat orang gelisah dan khawatir.
Dilansir laman CNBC, Minggu 11 November 2017, seorang jutawan bernama Thomas Gallagher, ketika masih berusia 17 tahun, bekerja sebagai pegawai dan menyisihkan US$10 atau sekitar R[p130 ribu per minggu untuk ditabung.
Kini, dia menjadi bos di Canadian Imperial Bank of Commerce World Markets. Kini dia jadi seorang miliarder di usianya yang ke-72 tahun. Pertanyaannya, apakah hidupnya tenang selamanya setelah menjadi kaya?
“ Saya sering mengalami masalah emosional setelah pensiun. Saya sering bertanya-tanya apakah saya sudah punya cukup banyak uang jika hidup lebih lama?” kata Gallagher.
Perasaan tak tenang ketika memiliki banyak uang juga dirasakan oleh seorang wanita bernama Susan Remmer Ryzewic. Wanita berusia 66 tahun ini menjadi orang kaya setelah warisan dari ayahnya sebesar US$100 juta atau sekitar Rp1,35 triliun. Warisan ini merupakan penjualan bisnis teknik yang dimiliki sang ayah.
Ryzewic mengaku kecemasan yang dialaminya adalah kemungkinan uang ini bisa memecah hubungan dirinya dengan keluarganya.
“ Kecemasan terbesar adalah mengatasi perbedaan (pendapat) dengan saudara kandung tentang bagaimana keluarga menginginkan uang yang diinvestasikan dan hak-hak mereka,” kata dia, “ Jika Anda tak mengelola aspek emosional dan keluarga, uang itu bermasalah. Butuh waktu beberapa saat agar bisa berbicara dalam bahasa yang sama,” kata dia.
© Dream
Pakar psikologi membenarkan uang tak selamanya memberikan kebahagiaan. Seorang psikoterapis di Washington, Olivia Mellan, mengatakan, kekayaan justru memiliki kendali yang lebih banyak terhadap kehidupan seorang jutawan.
Kekayaan biasanya datang sepaket dengan harapan: harapan kepada generasi selanjutnya untuk mengelola kekayaan dengan lebih baik. Ya,harapan ini muncul karena ada ketakutan orang-orang kaya terhadap hartanya. Mereka khawatir uang mereka lenyap dihabiskan anak cucu mereka.
“ Mereka khawatir anak-anaknya menghabiskan terlalu banyak uang dan terbuai kekayaan, sehingga tak termotivasi untuk bekerja lebih keras,” kata Mellan.
Psikolog lainnya, James Grubman, mengatakan uang akan menjadi masalah jika seseorang tidak siap menjadi orang kaya. Mental mereka belum matang untuk memiliki banyak uang. “ Kekayaan ini membuat seseorang sedikit stres,” kata Grubman.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya