Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Pakar Finansial, Mike Rini Sutikno, Berbagi Tips Berhemat Saat Menggunakan Dompet Digital. (Foto: Dream.co.id/Keisha Ritzki Salsabila)
Dream - Metode pembayaran nontunai dengan dompet digital semakin marak dilakukan masyarakat. Apalagi dengan banyaknya perusahaan platform yang menawarkan promo dan diskon untuk memanjakan penggunanya.
Meski memudahkan transaksi, ada satu hal yang harus diwaspadai pengguna dompet digital. Kalap adalah salah satu hal yang tak disadari saat bertransaksi menggunakan platform ini.
Founder Mitra Rencana Edukasi and Held Financial Project of PBB and World Bank, Mike Rini Sutikno, mengungkapkan masyarakat seringkali menjadi boros saat menggunakan dompet digital. Hal ini disebabkan oleh banyak promo dan cashback untuk pembayaran dengan dompet digital.
“ Kita belanja, bukan lagi dari daftar belanja. Lupa lagi kita. Jadi, jangan belanja dari diskonnya. Belum tentu hemat,” kata Mike dalam acara “ Master Class Cerdas Pilah Dompetmu oleh Permata Bank” di Jakarta, Kamis 7 November 2019.
Mike menyarankan untuk membuat prioritas belanja. Pengaturan ini bertujuan untuk merencanakan pengeluaran yang dibutuhkan setiap bulannya. Saat mengatur prioritas, tentu anggaran dana juga dicatat.
Dia juga menyarankan untuk menerapkan anggaran untuk hiburan.
“ Kalau ada di daftarnya, nggak apa-apa. Keluarkan (uangnya). Kalau tidak, ya, jangan. Jadi, kita bisa mengelola keuangan tapi tidak kikir,” kata Mike.
Setelah memiliki aturan prioritas, saatnya mencari promo dan cashback. Promo dan cashback berguna untuk mengurangi bujet yang telah ditetapkan sebelumnya.
“ Ada di anggaran dulu, (baru) cari diskonnya. Jangan kebalik. Datang-datang ada diskon, tahu-tahu belanja. Itu namanya boros,” kata dia.
Dengan menerapkan ini, ke depannya, lanjut Mike, pengeluaran akan lebih tertata. Ada kemungkinan juga memiliki uang lebih di akhir bulan yang bisa diinvestasikan.
(Laporan: Keisha Ritzska Salsabila)
Dream – Saat ini, transaksi non tunai marak dilakukan oleh masyarakat untuk berbagai keperluan. Mulai dari belanja sampai naik angkutan umum.
Namun, tak jarang transaksi non tunai justru mengundang kejahatan. Bank Indonesia (BI) pun mengimbau masyarakat untuk terus berhati-hati saat bertransaksi non tunai.
" Kehati-hatian nasabah beserta kerja sama seluruh otoritas terkait. Diperlukan dalam mencegah kejahatan, diperlukan dalam mencegah kejahatan sistem pembayaran," tulis BI dalam situs resmi BI, Senin 8 Mei 2017.

Untuk itu, mayarakat pun harus mempelajari cara transaksi non tunai yang aman dan benar. Tujuannya untuk mencegah data pribadi dan data transaksi bocor ke orang lain.
Terlebih jika sampai dimanfatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
" Jadi, mulailah lindungi data Anda dengan mengetahui cara bertransaksi non tunai dengan aman dan benar," tulis BI.
Berikut ini adalah tips-tips bertransaksi non tunai dari BI.
Dream - Ketika bertransaksi, jagalah kartu non tunai dengan baik. Gunakanlah kartu non tunai itu hanya untuk transaksi pembayaran.
Simpanlah bukti pembayaran dan ceklah transaksi secara berkala. Ingat, jangan gunakan kartu untuk transaksi yang melanggar ketentuan.
Jangan juga digunakan di mesin pembayaran lain selain mesin EDC. Ingat, masyarakat tidak boleh mengabaikan notifikasi transaksi dan segera laporakan jika terjadi transaksi yang tidak dilakukan dan tak boleh mengalihkan perhatian saat bertransaksi.
Satu lagi, jangan menggunakan kartu di merchant yang mengenakan biaya transaksi.
Dream - Nah, berbicara soal informasi kartu, jangan pernah sekali-kali memberikan PIN, username, dan password kepada orang lain. Buatlah PIN yang tidak mudah ditebak orang.

Lalu, daftarkan nomor HP terkini untuk mendapatkan notifikasi transaksi dan waspadalah terhadap penipuan yang bermodus kenaikan limit, hadiah, dan diskon.
Plus, jangan pernah berikan kartu non tunai kepada orang lain.
Dream - Nah, kartu non tunai ini juga kerap digunakan oleh masyarakat untuk berbelanja online. Masyarakat pun diminta untuk menggunakan perangkat di jaringan yang aman dan waspada terhadap aplikasi yang berisi virus atau malware yang berbahaya.
Sebaiknya, transaksi tidak dilakukan di jaringan publik karena rentan disalahgunakan dan jangan mengunduh file dari sumber yang tidak dipercaya.
Sebaiknya, tidak memasukkan informasi pribadi pada tautan dari e-mail atau halaman situs yang terbuka otomatis.

Untuk berjaga-jaga, sebaiknya menyimpan nomor call center bank penerbit kartu non tunai. Jika kartunya hilang, segeralah hubungi call center bank penerbit untuk memblokir kartu non tunai. (Ism)
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan