Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Dream - Bebas dari tekanan jual dua emiten rokok, bursa saham syariah Indonesia akhirnya kembali melanjutkan laju positifnya. Emiten tambang dan mendorong laju indeks syariah.
Penguatan kali ini harus dilalui Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII) dengan cukup berat. Pasalnya, pemodal asing yang kemarin berburu saham justru kali ini ramai-ramai melepas portofolionya.
Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu, 15 Juni 2016, indeks ISSI menguat 0,923 poin (0,58%) ke level 159,311. Sementara indeks JII naik 4,766 poin (0,73%) ke level 660,355.
Laju kedua indeks ini sempat membuat khawatir setelah dibuka melemah. Sentimen negatif dari kekhawatiran hasil pertemuan The Fed memaksa investor menahan diri.
Namun adanya keyakinan The Fed bakal mempertahankan suku bunga membuat kondisi berubah. Pemodal pelan-pelan mulai mengambi posisi dan selektif membeli saham.
ISSI yang dibuka melemah di level 158,092 sempat turun ke level terendah di 157,906. ISSI baru bisa mencetak posisi tertinggi jelang penutupan perdagangan.
Selain pertambangan yang naik 1,78 persen, indeks sektoral yang menjadi motor penggerak kali ini berasal dari properti yang naik 0,94 persen, keuangan 0,71 persen, dan infrastruktur 0,54 persen.
Sementara sektor manufaktur mengalami tekanan hebat dengan melemah 1,42 persen. Begitu pula pertanian yang turun 0,03 persen.
Top gainer saham bluechips syariah dipimpin UNVR yang naik Rp 300, PTBA Rp 225, AALI Rp 200, LPPF Rp 200, dan UNTR Rp 175 per saham.
Di jajaran top losser bertengger saham-saham unggulan syariah seperti SILO yang turun Rp 225, ICBP Rp 125, INTP Rp 50, SSMS Rp 30, dan AKRA Rp 25 per saham.
Dari pasar keuangan, kurs rupiah juga bergerak menguat tipis. Sore ini rupiah naik 27 poin (0,20%) menjadi 13.366 per dolar AS.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan