Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?
Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai
Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih
Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan
Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan
Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Ilustrasi Asuransi Syariah.
Dream - Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI)mengklaim pertumbuhan asuransi syariah bagus. Bahkan, kontribusinya secara nasional mencapai 10,25 persen saat ini.
" Nanti diharapkan pertumbuhan di atas 20 persen," kata Ketua Umum AASI, Taufik Marjuniadi, saat memberikan laporan perkembangan asuransi syariah di acara Buka Bersama AASI di Restoran Prima Handayani, Selasa, 14 Juni 2016.
Menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Maret 2016, pertumbuhan aset asuransi syariah sebesar 21,69 persen. Sementara itu, investasinya naik menjadi 23,65 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Tapi, dia menyayangkan angka penetrasi asuransi syariah masih kecil, yaitu 0,095 persen.
Selain itu, Taufik mengharapkan pangsa pasar asuransi syariah mencapai 5,79 persen tahun ini. Angka ini diharapkan bisa terus tumbuh di atas 5 persen. " Harapannya nanti tahun 2019-2020, market share bisa tumbuh di angka 15-20 persen," kata dia.
Advertisement

3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi

Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026

Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya

Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?


Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih