Survei: Dulu Coblos Prabowo, 55 Persen Pemilihnya Kini Bilang Ogah
5 Minuman yang Sebaiknya Dihindari Setiap Hari Jika Ingin Mengurangi Gula
Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A
Mengapa AC Mobil Listrik Tetap Bisa Aman Menyala Meski Mesin Mati?
Mengapa Ada Orang yang Lebih Sering Mengalami Efek Samping Vaksin? Studi Ungkap Penyebabnya
Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan
8 Makanan yang Bisa Redakan Ngidam Makanan Manis Lebih Baik daripada Permen, Menurut Ahli Gizi
Aroma Parfum yang Lagi Tren Ini Ternyata Bisa Bantu Tidur Lebih Nyenyak, Studi Ungkap Rahasianya
Ilustrasi Pasar Tradisional.
Dream - Tingginya harga barang kerap ditimbulkan oleh ulah tengkulak. Mereka membeli produk petani dengan harga murah, lalu dilepas ke konsumen dengan harga yang tinggi.
Salah satu cara untuk menekan peran tengkulak adalah membangun pasar.
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigras, Marwan Jafar, mengatakan desa bisa menggunakan anggaran Dana Desa untuk membangun pasar. Pasar tradisional ini bisa dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Dengan begitu, perekonomian masyarakat desa bisa terangkat.
" Sebelum membangun pasar desa, pastikan dulu jika infrastruktur dan pelayanan sosial dasar di desa sudah terpenuhi, seperti jalan, Posyandu, dan sebagainya," kata Marwan di Jakarta, dilansir dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Selasa 14 Juni 2016.
Saat ini, kata dia, BUMD yang telah terbentuk ada 12.115 unit. Tahun ini, mereka menargetkan ada 15 ribu BUMDes bisa terbentuk. Marwan ingin agar BUMDes itu bisa mengelola pasar tradisional.
" Harapan kami pasar-pasar di desa dapat dikelola oleh BUMDes agar harga juga bisa dikendalikan. Ini juga bisa membantu meminimalisir lonjakan harga yang sering terjadi saat Ramadan," kata dia.
Sementara itu, pakar ekonomi Institut Pertanian Bogor (IPB), Jaenal Effendi, mengatakan pengembangan pasar tradisional di daerah layak, menjadi prioritas karena bisa menunjang perekonomian masyarakat desa, terutama petani.
" (Daerah yang) tidak ada pasar tradisionalnya harus diprioritaskan karena di sinilah masyarakat dan petani di desa menjual produk-produknya," kata dia.
Meskipun demikian, Jaenal mengakui perlu ada perbedaan prioritas antara desa tertinggal dan desa maju. Desa tertinggal memerlukan pembangunan infrastruktur lebih banyak, seperti jalan raya, jembatan, dan listrik.
" Untuk desa yang infrastrukturnya bagus, dapat difokuskan untuk membangun infrastruktur lain yang dapat menunjang perekonomian masyarakat seperti pasar desa," kata dia.
Advertisement
Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan

Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai

Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane


3 Kebiasaan Olahraga yang Sebaiknya Mulai Dilakukan Saat Usia Paruh Baya agar Tetap Bugar

Dengarkan Musik yang Tenang Saat Makan, Studi Ungkap Pengaruhnya pada Pilihan Makanan

9 Cara Aneh yang Pernah Dilakukan Manusia untuk Menghindari Wabah Pes

Bukan Sekadar Hantu, Teror Rambut Sewu Berawal dari Dendam Keluarga

Survei: Dulu Coblos Prabowo, 55 Persen Pemilihnya Kini Bilang Ogah

5 Minuman yang Sebaiknya Dihindari Setiap Hari Jika Ingin Mengurangi Gula

Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A