Survei: Dulu Coblos Prabowo, 55 Persen Pemilihnya Kini Bilang Ogah
5 Minuman yang Sebaiknya Dihindari Setiap Hari Jika Ingin Mengurangi Gula
Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A
Mengapa AC Mobil Listrik Tetap Bisa Aman Menyala Meski Mesin Mati?
Mengapa Ada Orang yang Lebih Sering Mengalami Efek Samping Vaksin? Studi Ungkap Penyebabnya
Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan
8 Makanan yang Bisa Redakan Ngidam Makanan Manis Lebih Baik daripada Permen, Menurut Ahli Gizi
Aroma Parfum yang Lagi Tren Ini Ternyata Bisa Bantu Tidur Lebih Nyenyak, Studi Ungkap Rahasianya
Perusahaan Jejaring Sosial Profesional, LinkedIn, Akan Diakuisisi Oleh Microsoft. (Sumber: Merdeka.com)
Dream - Microsoft mengumumkan akan membeli sebuah perusahaan jejaring sosial, LinkedIn. Untuk membeli perusahaan itu, Microsoft harus mengeluarkan dana US$26,2 miliar atau Rp384,27 triliun.
Dilansir dari situs CNN Money, Selasa 14 Juni 2016, raksasa teknologi ini telah membayar saham LinkedIn sebesar US$196 atau Rp2,6 juta per lembar saham. Harganya lebih mahal 50 persen daripada harga saham saat penutupan hari Jumat.
Kesepakatan ini akan mengawinkan Microsoft sebagai pemain utama di teknologi komputer dengan LinkedIn yang merupakan jejaring sosial bagi kalangan profesional. Microsoft akan menggunakan LinkedIn sebagai basis data informasi profesional dan akan menjadi saluran distribusi penjualan software-nya.
Sementara itu, LinkedIn akan meningkatkan pembiayaan dan mengakses jutaan orang yang berpotensi untuk bergabung dalam jaringannya.
" Dua perusahaan itu akan membuat tipe layanan baru yang bermanfaat bagi pekerja, baik dalam penjualan maupun aturan SDM," kata seorang analis, Rodney Nelson.
Nantinya, sales representative akan mencari orang yang dituju lewat Outlook dan melihat informasinya lewat LinkedIn. Untuk SDM profesional, Microsoft akan mengintegrasikan dengan LinkedIn untuk melihat riwayat kandidat untuk menentukan tawaran kompensasi dan penempatan kerja.
Sekadar informasi, LinkedIn mencatat pendapatan sebesar US$3 miliar atau Rp39,87 triliun pada tahun 2015 atau meningkat 35 persen daripada tahun 2014. Anggota jejaring sosial ini tercatat sebanyak 433 juta orang di seluruh dunia.
Pihak LinkedIn mengatakan brand LinkedIn akan tetap eksis setelah kesepakatan akuisisi rampung akhir tahun ini. Jeff Weiner pun akan tetap menjabat sebagai CEO LinkedIn.
" Tim LinkedIn berhasil menumbuhkan pusat bisnis yang menghubungkan para profesional di seluruh dunia. Bersama kita bisa menumbuhkan LinkedIn seperti Microsoft 365," kata CEO Microsoft, Satya Nadella.
Advertisement
Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan

Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai

Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane


3 Kebiasaan Olahraga yang Sebaiknya Mulai Dilakukan Saat Usia Paruh Baya agar Tetap Bugar

Dengarkan Musik yang Tenang Saat Makan, Studi Ungkap Pengaruhnya pada Pilihan Makanan

9 Cara Aneh yang Pernah Dilakukan Manusia untuk Menghindari Wabah Pes

Bukan Sekadar Hantu, Teror Rambut Sewu Berawal dari Dendam Keluarga

Survei: Dulu Coblos Prabowo, 55 Persen Pemilihnya Kini Bilang Ogah

5 Minuman yang Sebaiknya Dihindari Setiap Hari Jika Ingin Mengurangi Gula

Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A