Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?
Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai
Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih
Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan
Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan
Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas
Ilustrasi
Dream - Pemerintah akan kembali menggelar lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dengan target indikatif Rp 4 triliun. Terdapat lima seri SBSN yang akan dilelang mulai besok , (Selasa, 22 Maret 2016).
Seri SBSN yang akan dilelang adalah seri SPN-S dan SBSN PBS berbasis proyek untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam APBN 2016.
Lelang SBSN dilaksanakan dengan menggunakan sistem pelelangan yang diselenggaraan oleh Bank Indonesia sebagai agen lelang SBSN. Lelang ini bisa diikuti semua pihak baik investor individu maupun institusi.
Namun dalam pelaksanaannya, penyampaian penawaran pembelian harus melalui peserta lelang yang telah mendapat persetujuan dari Kementerian Keuangan.
Mengutip laman Kemenkeu, Senin,, 21 Maret 2016, lelang akan dibuka mulai pukul 10.00 WIB sampai 12.00 WIB. Hasil lelang akan diumumkan pada hari yang sama.
SBSN seri SPN-S akan diterbitkan menggunakan kad ijarah sale & lease back dan telah mendapatkan penyataan esesuaian syariah dari Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI).
Sedangkan SBSN seri PBS menggunakan akad ijarah Asste to be leased.
Underlying asset untuk penerbitan SPN-S menggunakan barang milik negara yang telah mendapat persetujuan DPR dan sesuai Peraturan Menkeu. Sedangkan untuk seri PBS menggunakan proye/kegiatan dalam APBN tahun 2016.
Berikut adalah lima seri SBSN yang akan dilelang besok:
1. SPN-S 09092016
Tanggal jatuh tempo: 9 September 2016
imbalan: diskonto
Underlying asset: Barang milik negar aberupa tanah dan bangunan
2. PBS006
Tanggal jatuh tempo: 15 September 2020
imbalan: 8,25000%
Underlying asset: proyek/kegiatan dalam APBN 2016
3. PBS009
Tanggal jatuh tempo: 25 Januari 2018
imbalan: 7,75000%
Underlying asset: proyek/kegiatan dalam APBN 2016
4. PBS011
Tanggal jatuh tempo: 15 Agustus 2023
imbalan: 8,75000%
Underlying asset: proyek/kegiatan dalam APBN 2016
5. PBS012
Tanggal jatuh tempo: 15 November 2031
imbalan: 8,87500%
Underlying asset: proyek/kegiatan dalam APBN 2016
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih

Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil


Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?