Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Bursa saham syariah berhasil bertahan di zona hijau di tengah aksi jual investor yang muncul jelang penutupan. Kenaikan tinggi diawal sesi akhirnya sedikit tergerus laju lepas saham itu.
Kondisi ini lebih baik dibandingkan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang berbalik melemah di sesi penutupan.
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menutup sesi perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat, 18 Maret 2016 dengan bertahan menguat 0,347 poin (0,22%) ke level 157,961.
Indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) juga berhasil bertahan positif dengan menguat 1,160 poin (0,17%) ke level 669,295.
Di awal sesi, pelaku pasar cukup yakin terjun ke lantai bursa. Sentimen positif dari The Fed dan penurunan suku bunga BI Rate mendorong sebagian besar indeks sektoral bergerak menguat.
Namun kenaikan tipis bursa China ditanggapi negatif pelaku pasar. Alhasil, aksi beli pemodal kembali berkurang.
Transaksi perdagangan saham syariah kali ini mencapai Rp 5,43 triliun dengan 42,06 miliar saham berpindahtangan. Aksi jual beli memang cukup ramai jelang libur akhir pekan ini.
Sebanyak 107 emiten menyambut libur dua hari dengan bertengger di zona positif. Namun, 92 penghuni ISSI lainnya tertekan aksi jual.
Saham komoditas yang diawal sesi menjadi motor penggerak bursa justru dilanda tekanan. Indeks sektor pertambangan rontok hingga 2,35 persen. Begitu pun emiten perkebunan terkoreksi 0,40 persen.
Penguatan indeks sektoral kali ini dipimpin emiten industri aneka yang naik 1,38 persen, perdagnagan 1,14 persen, dan properti 0,59 persen.
Di jajaran top gainer indeks JII bertengger saham-saham UNVR yang naik Rp 575, UNTR Rp 225, ICBP Rp 150, ASII Rp 125, dan MIKA Rp 75 per saham.
Sementara koreksi harga saham indeks JII tertinggi melanda saham INDF yang turun Rp 325, ITMG Rp 250, INCO Rp 150, AKRA Rp 125, dan SILO Rp 100 per saham.
Saham INCO bahkan terkoresi hingga 7,73 persen. Hal yang sama menerpa ADRO yang terjun 8,72 persen.
Pemodal asing kali ini kembali membanjiri pasar saham Indonesia dengan nett buy hingga Rp 751 miliar. POsisi ini merupakan yang tertinggi sepanjang pekan ini.
Di pasar keuangan, kurs rupiah sore ini melemah tipis 29 poin (0,22%) menjadi 13.076 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya