Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Bursa saham syariah Indonesia kembali melanjutkan laju penguatan. Perpaduan sentimen regional dan lokal mendorong aksi beli pelaku pasar.
Turunnya suku bunga acuan BI rate menjadi 6,75 persen juga mendorong aksi beli investor pada saham-saham sektor properti.
Pada prapembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat, 18 Maret 2016, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) naik 0,440 poin (0,28%) ke level 158,054. Indeks Jakarta Islamic Index (JII) juga menguat 2,356 poin (0,35%) ke level 670,491.
Laju positif indeks syariah berlanjut di sesi pembukaan. Kali ini ISSI naik 0,493 poin (0,31%) ke level 158,107. Sedangkan indeks JII naik 2517 poin (0,38%) ke level 670,652.
Transaksi perdagangan saham di awal sesi mencapai Rp 25,06 miliar dengan 114 juta saham berpindahtangan.
Kabar kenaikan harga minyak dan barang tambang lain membuat saham bidang energi menjadi buruan. Indeks sektor pertambangan tercatat naik 0,65 persen. Namun penguatan tertinggi dicetak indeks sektor industri aneka yang melompat 1,44 persen.
Selain kedua sektor tersebut, emiten properti juga menjadi ajang spekulasi investor setelah suku bunga acuan diturunkan. Indeks sektor ini turun 0,35 persen.
Nasib berbeda dialami indeks sektor barang konsumsi yang turun 0,47 persen dan manufaktur 0,03 persen.
Pelaku pasar asing tampanya menahan diri masuk pasar setelah mencetak nett sell tipis Rp 783 juta di awal perdagangan. Meski kemudian mulai muncul aksi beli dan mengubah posisi pemodal asing.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya