AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan
Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?
10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah
Dream - Bursa saham syariah menutup perdagangan di zona positif. Penguatan sedikit tertahan karena aksi tunggu investor terhadap hasil pertemuan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI).
Investor tampaknya memanfaatkan sentimen penguatan bursa utama Asia yang didominasi penguatan. Meski indeks Nikkei Jepang justru mencetak koreksi.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis, 17 Maret 2016, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menguat 1,447 poin (0,93%) ke level 157,614. Penutupan ini lebih tinggi dari sesi pembukaan tadi pagi.
Indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII), juga ditutup menguat 6,468 poin (0,98%) ke level 668,135. Papan perdagangan JII dihiasi dengan 23 emiten keping biru syariah yang ditutup menguat.
Penguatan tertinggi ISSI terjadi jelang sesi penutupan seiring munculnya aksi belanja investor. ISSI hanya sempat turun ke level 156,742 atau masih di zona hijau.
Transaksi perdagangan saham syariah kali ini mencaai Rp 4,5 triliun dengan 55 miliar saham yang berpindahtangan. Aksi beli mendorong 133 emiten syariah ke zona positif dan 61 lainnya tertekan aksi jual.
Emiten sektor barang konsumsi untuk sementara dihindari pelaku pasar yang menunggu pengumuman BI Rate. Kenaikan tinggi dialami emiten pertambangan 2,70 persen, industri aneka sebesar 1,50 persen, dan properti 1,20 persen.
Saham bluechips syariah penghuni top gainer indeks JII dihuni oleh LPPF yang naik Rp 475, ITMG Rp 400, ICBP Rp 225, UNTR Rp 150, dan ASII Rp 125 per saham.
Sebaliknya, UNVR justru tertekan aksi jual dan melemah Rp 175 per sahan. Begitu pula INDF, INTP, dan SMGR yang sama-saham terkoreksi Rp 25 per saham. Penghuni terakhir top losser adalah SSMS yang turun Rp 10 per saham.
Dari pasar keuangan, kurs rupiah kembali menguat setelah adanya kepastian The Fed yang menahan suku bunga acuannya. Dolar AS sore ini melemah 160 poin (1,21%) menjadi Rp 13.106 per dolar AS.
Advertisement
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli


Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?

Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya