7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Bincang Nasional Ekonomi Syariah (Dream.co.id/Syahid Latif)
Dream - Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo mengakui potensi besar keuangan syariah Indonesia belum digarap optimal. Petumbuhan signifikan yang ada saat ini dianggap masih bisa meningkat lebih tinggi lagi.
" Kita kagum, dunia ternyata menyatakan Indonesia mempunyai institusi ritel syariah terbesar di dunia," kata Agus Martowardojo dalam sambutan 'Bincang Nasional tentang Pemberdayaan Lembaga Pesantren dalam Menjawab Tantangan Global serta Mendorong Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah' di Kantor Perwakilan BI, Surabaya, Rabu, 5 November 2014.
Menurut Agus, Indonesia sebetulnya sudah sejak lama memperkenalkan sistem ekonomi syariah. Terhitung sejak berdirinya Syarikat Dagang Indonesia pada 1905.
Bahkan pada 1975, Indonesia terlibat dalam proses kelahiran Islamic Development Bank (IDB).
Namun, kata Agus, titik awal pembangunan ekonomi syariah di Indonesia baru dimulai pada 1991 ketika berdiri Bank Muamalat. " Bandingkan dengan Malaysia yang sudah memulai sejak 1983-an," ujarnya.
Meski baru berusia muda, Agus melihat perkembangan keuangan syariah Indonesia melesat signifikan. Dalam waktu singkat telah berdiri sekitar 60 kantor yang berkaitan dengan bisnis syariah.
Tak hanya itu. Hadir pula 2.000 unit usaha syariah yang bekerja melayani keuangan berbasis prinsip Islami. Saat ini, total aset keuangan syariah bahkan telah menembus angka Rp 250 triliun.
" Ini pencapaian cepat hanya dalam kurun waktu 2008-213," ujar mantan Menkeu ini.
Sayang, diakuinya, pencapaian yang diperoleh keuangan syariah ini masih kurang cepat. Dari 270 juta penduduk Indonesia, hanya sekitar 17 juta yang menjadi nasabah bank syariah di Indonesia.
Jajaran BI berjanji akan terus memberikan perhatian penuh pada pengembangan ekonomi syariah di Indonesia. (Ism)
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?