Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an
Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya
Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?
5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya
Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang
Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Ilustrasi
Dream - Kepala Forum Pusat Kamar Dagang dan Industri Jeddah, Maha Fathi menyatakan perempuan dapat bekerja lebih efektif dari rumah. Tapi hal ini memerlukan dukungan dari perusahaan mereka bekerja dan sistem komunikasi elektronik yang andal.
Kementerian telah berkomitmen untuk mengembangkan infrastruktur yang tepat dan sesuai peraturan.
Seperti dikutip dari laman Arabnews, Rabu, 5 November 2014, Fathi menyatakan perempuan bisa dipekerjakan di rumah untuk beberapa profesi seperti desainer, penerjemah, pengiklan, dan jasa konsultasi.
Sementara itu, sebuah survei yang dilakukan Kamar Dagang dan Industri Jeddah menyebutkan sebanyak 82 persen perempuan lebih memilih untuk bekerja di rumah. Sebanyak 77 persen pria juga menginginkan perempuan bekerja di rumah.
Direktur Eksekutif Pusat Kadin Jeddah Basma Omair menyatakan perempuan berusia 25-44 tahun lebih memilih bekerja di rumah. Namun, pelaksanaannya harus mengembangkan infrastruktur.
Dia menambahkan perusahaan harus mencari cara untuk mempekerjakan lebih banyak perempuan sesuai dengan arahan Dewan Menteri.
Salah seorang pekerja media, Muna Abu Sulaiman menyatakan beberapa perusahaan belum memperkenankan pegawai perempuannya bekerja di rumah karena khawatir produktivitas mereka justru drop. Perempuan yang bekerja di rumah harus menyediakan asisten untuk membantu pekerjaan rumahnya.
Sementara itu, Konsultan media dari Herafia Society for Handicraft, Bassa Fatini menyatakan pemerintah melalui Departemen Tenaga Kerja masih menunda aturan pekerja perempuan di rumah karena tengah menyusun petunjuk praktis mengenai bentuk kerja.
Selain itu, pemerintah juga ingin mencegah adanya pekerjaan fiktif yang dilakukan pekerja perempuan itu di rumah. (Ism)
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih


6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an

Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya