Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Gedung Bank Indonesia
Dream - Rontoknya nilai tukar rupiah hingga menyentuh level 14.700/US$ membuat Bank Indonesia (BI) segera berbenah. Bank sentral berjanji akan menerbitkan paket kebijakan sebagai amunisi untuk menstabilkan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS.
“ Mungkin BI dalam waktu dekat akan menyampaikan kembali paket kebijakan yang lebih bisa mengatasi stabilitas nilai tukar,” kata Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI, Juda Agung di Jakarta, 25 September 2015.
Juda menjelaskan paket kebijakan BI tersebut akan mencakup tiga strategi. Pertama, penguatan operasi moneter yang diwujudkan dengan menggeser likuiditas jangka pendek ke jangka panjang.
Kedua, meningkatkan persediaan dan permintaan valuta asing (valas), yaitu dengan rencana pemberian insentif untuk Devisa Hasil Ekspor (DHE) serta pengimbangan persediaan dan permintaan di pasar forward.
“ Kami sedang koordinasi dengan pemerintah agar bagaimana hasil DHE ini bisa tetap di dalam negeri dan bahkan bisa dikonversi dalam bentuk rupiah,” tutur Juda Agung.
Upaya menahan DHE di dalam negeri itu, bank sentral rencananya akan memberikan sejumlah insentif kepada para eksportir. Insentif berbentuk potongan pajak secara progresif sesuai dengan durasi penyimpanan DHE di dalam negeri.
“ Misalnya, kalau dia (DHE) ditempatkan 1 bulan dikasih diskon X, misalnya katakanlah 1 bulan 5 persen, kalau 3 bulan 10 persen dan seterusnya,” ujar Juda Agung. Namun, ia mengatakan angka potongan pajak tersebut masih perkiraan karena penetapannya masih dalam pembahasan antara BI dan pemerintah.
Sedangkan yang terakhir, lanjut Juda, strategi kebijakan tersebut membahas soal penguatan cadangan devisa. “ Untuk itu, masih kami bicarakan koridornya,” pungkas Juda Agung. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya