Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Kurs Rupiah (Antarafoto.com)
Dream - Bank Indonesia (BI) memperkirakan kurs rupiah terhadap dollar AS kemungkinan bakal menguat pada tiga bulan terakhir 2015. Hal ini dipicu mulai terpacunya pertumbuhan ekonomi pada kuartal III-2015.
Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia (BI), Juda Agung menjelaskan pertumbuhan ekonomi pada rentang Juli-September 2015 kemungkinan tumbuh sebesar 4,9 persen.
“ Rupiah ini kan juga dipengaruhi faktor pertumbuhan ekonomi ya terutama di equity market,” ujar Juda Agung saat ditemui di Jakarta, Jumat 25 September 2015.
Bank sentral juga mencatat belanja modal pemerintah dalam beberapa bulan terakhir juga sudah mulai naik dengan tingkat akselerasi yang cukup cepat. Buktinya, penjualan semen naik 14 persen sementara impor besi dan baja melonjak 60 persen.
Dengan kondisi perekonomian Indonesia yang mulai bergerak, Juda Agung optimistis penguatan kurs rupiah terhadap dollar AS juga akan mengikuti.
“ Dengan adanya prospek yang lebih positif ini, diharapkan juga equity market-nya juga lebih baik. Sehingga, outflow yang bersumber dari pasar saham bisa semakin berkurang,” harapnya.
Sedangkan untuk tingkat inflasi, Juga Agung uakin masih dapat dikendalikan. Hingga akhir 2015 tingkat inflasi diperkirakan mencapai target BI senilai 4 plus minus 1 persen. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya