Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Kurs dollar AS terhadap rupiah semakin perkasa. Setelah ditutup di atas level 14.600, kini rupiah semakin rontok dan menyentuh level 14.700 per dollar AS.
Data kurs Bloomberg, Jumat, 24 September 2015 mencatat kurs rupiah pagi ini langsung dibuka di atas level 14.700, tepatnya 14.703 per dollar AS.
Rupiah terus bergerak fluktuatif hingga 34 menit waktu perdagangan. Level terendah rupiah saat ini berada di posisi 14.711 per dollar AS.
Rupiah sebetulnya sempat melawan pelemahan dengan menyentuh level terkuatnya di 14.685 per dollar AS. Namun sampai saat ini, laju rupiah masih terus fluktuatif.
Data kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia hari ini mencatat dollar AS di sejumlah bank lokal di tanah air dijual di harga 14.690 per dollar AS.
Rupiah pertama kali menyentuh level 14.600, sehari jelang Lebaran Haji itu turun cukup tajam. Rupiah tercatat rontok 137 poin dibandingkan posisi sehari sebelumnya di level 14.451 per dollar AS.
Research Analyst PT NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada menduga pelemahan rupiah terimbas sentimen dari dalam dan luar negeri.
Dari luar negeri, penurunan harga komoditas global membuat dollar AS kembali menguat. Hal ini berdampak langsung pada kurs rupiah.
Sedangkan dari dalam negeri, pelaku pasar dilanda kecemasan oleh pernyataan Bank Indonesia yang memprediksikan kondisi ekonomi nasional sampai semester I-2016 belum akan menunjukan perbaikan signifikan.
" Ditunjukan adanya defisit transaksi berjalan dan defisit neraca pembayaran Indonesia," kata Reza.
Gubernur Bank Indonesia juga menegaskan arus dana masuk (capital inflow) masih dalam tren minim sehingga transaksi finansial belum menjanjikan karena ketidakpastian di pasar global.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya