Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengangkat enam 'pesohor' di sektor keuangan tanah air untuk bergabung sebagai penggawa atau pengawal dalam Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Halim Alamsyah didaulat menjadi Ketua Dewan Komisioner LPS. Alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (UII) ini pensiun dari BI pada Juni 2015 lalu setelah sebelumnya sempat merangkap jabatan sebagai anggota ex-officio Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Tidak hanya Halim, dalam surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 158/M Tahun 2015 tentang Pemberhentian Dan Pengangkatan Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Jokowi juga mengangkat mantan Managing Director sekaligus ekonom Standard Chartered, Fauzi Ichsan, sebagai Kepala Eksekutif LPS.
Sementara itu ada 4 anggota Dewan Komisioner LPS lain yang diangkat berdasarkan surat keputusan tersebut. Lagi, nama Kepala Ekonom Bank Mandiri, Destry Damayanti, menjadi pilihan Jokowi setelah sebelumnya dia juga diberikan mandat sebagai Ketua Panitia Seleksi Komisi Pemberantasan Korupsi (Pansel KPK) untuk memilih pimpinan KPK.
Kemudian, sosok senior dari Kementerian Keuangan, Robert Pakpahan. Lelaki kelahiran Tanjung Balai, 20 Oktober 1959 ini juga diangkat sebagai anggota dewan komisioner LPS setelah pada Maret lalu, dia telah dilantik sebagai Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Kementerian Keuangan yang sebelumnya bernama Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang.
Anggota Dewan Komisioner LPS lainnya adalah Ronald Waas yang kini menjabat sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia dan Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Nelson Tampubolon.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya