Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Bursa Saham
Dream - Bursa saham syariah benar-benar rontok jelang libur Idul Adha. Sentimen negatif regional serta rontoknya kurs rupiah membuat pelaku pasar ramai-ramai menggelar aksi jual.
Pasar modal Indonesia semakin tertekan setelah investor asing semakin aktif melepas portofolionya. Untuk sementara nett sell asing hari ini menjadi yang terbesar sepanjang pekan ini.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu, 23 September 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) ambruk 2,950 poin (2,13%) ke level 135,388.
Indeks saham bluechips syariah juga bernasib tak berbeda jauh. Jakarta Islamic Index (JII) tergerus 14,626 poin (2,54%) ke level 561,531.
Kedua indeks acuan saham syariah ini bergerak negatif sepanjang perdagangan. ISSI bahkan sempat jatuh ke level terendah di 135,291 dan hanya menyentuh posisi tertinggi di 137,216.
Aksi jual investor menyeret 144 emiten syariah ke zona merah. Sebanyak 25 diantaranya merupakan emiten ungglan syariah.
Emiten syariah yang berhasil menembus zona positif hanya 36 emiten.
Transaksi perdagangan saham syariah jelang libur Idul Adha ini mencapai Rp 2,99 triliun.
Empat saham bluechips syariah yang menghuni daftar top gainer kali ini adalah UNTR yang naik Rp 150, INCO Rp 110, LSIP Rp 60, dan AALI Rp 25 per saham. Sementara SMGR bertahan stagnan.
Sementara saham-saham bluechips syariah yang bergerak turun adalah UNVR yang melemah Rp 1.100, SILO Rp 700, INTP Rp 625, ICBP Rp 500, dan LPPF Rp 450 per saham.
Penurunan lebih tajam dialami Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang jatuh 99,617 poin (2,29%) ke level 4.244,427. IHSG bahkan sempat jatuh ke posisi terendah di 4,239,135.
Lantai bursa kali ini menghimpun dana investor hingga Rp 4,79 triliun dengan posisi nett sell asing sebesar Rp 690 miliar.
Dari pasar keuangan, kurs rupiah sore ini melemah 94 poin (0,65%) menjadi Rp 14.646 per dollar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya