Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Sentimen negatif masih memayungi bursa saham Indonesia. Meski dibuka menguat, seluruh indeks acuan saham terkulai lemas akibat aksi jual investor.
Berondongan aksi jual saham sektor keuangan dan barang konsumsi membuat indeks acuan saham berguguran.
Dua indeks acuan saham syariah juga tak lepas dari tekanan tersebut. Memulai sesi perdagangan Jumat, 24 September 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) naik 0,484 poin ke level 135,872.
Pembukaan positif juga berhasil dibukukan indeks saham bluechips syariah. Jakarta Islamic Index (JII)dibuka menguat 3,119 poin ke level 564,650.
Laju positif ini sayangnya hanya bertahan sesaat. Hingga 13 menit waktu perdagangan, ISSi tercatat sudah turun 0,727 poin (0,54%) menjadi 134,661.
Indeks JII yang tertekan pelemahan harga saham dari 18 emitennya juga turun 3,349 poin (0,60%) ke level 558,182.
Transaksi perdagangan saham syariah di Harpitnas sudah mencapai Rp 226 miliar dengan 2,07 miliar saham berpindahtangan.
Sementara itu, tekanan pelemahan Wall Street yang melemah imbas pernyataan Gubernur The Federeal Reserves, Janet Yellen, membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak lemah.
Pada prapembukaan perdagangan, IHSG sempat melaju naik 6,303 poin (0,15%) ke level 4.250,730. Penguatan masih berlanjut hingga sesi pembukaan ketika IHSG naik 3,794 poin (0,09%) ke level 4.248,221.
Sama dengan indeks syariah, IHSG juga akhirnya terdesak melemah akibat hantaman sentimen negatif regional.
Di pasar keuangan, rupiah masih belum tertolong. Usai menyentuh level 14.600, rupiah kini semakin terdesak dan hampir menyentuh level 14.700 per dollar AS.
Hingga 19 menit waktu perdagangan, rupiah sudah melemah 16 poin (0,11%) ke level 14.696 per dollar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya