Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
BNI Syariah Akan Melakukan IPO Awal Tahun Depan. (Foto: BNI Syariah)
Dream – PT BNI Syariah merngharapkan bisa menyusul saudaranya menjadi emiten Bursa Efek Indonesia (BEI). Perusahaan menargetkan go publik dengan menggelar Penawaran Umum Perdana Saham (initial public offering/IPO) pada awal 2019.
“ Pembentukan tim sudah,” kata Direktur Utama BNI Syariah, Abdullah Firman Wibowo di Jakarta, dikutip dari Liputan6.com, Kamis 26 Juli 2018.
Menurut Firman, rencana IPO sudah masuk ke dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) sebagai salah satu aksi korporasi perusahaan. BNI Syariah juga harus mengantongi izin dari pemegang saham induk, yaitu PT Bank Negara Indonesia Tbk (Persero).
“ Saat ini, kami sedang menyiapkan. Yang jelas, kami sudah memasukkan RBB 2019. Awal tahun depan harapannya, ya,” kata Firman.
Firman memastikan, secara fundamental BNI Syariah telah siap menggelar IPO. Perseroan akan memakai laporan keuangan Desember 2017 atau Maret 2018 untuk aksi go public itu.
“ Tahun depan juga tahun Pemilu. Jadi, kami sedang melakukan simulasi. Tapi, dari sisi fundamental, kami sudah siap,” kata Firman.
Rencananya, BNI Syariah akan melepas saham ke publik sebanyak 20 persen. Dengan IPO ini, perseroan akan “ naik kelas” ke Bank Umum Kategori Usaha (BUKU) III.
Sekadar informasi, saat ini, BNI Syariah memiliki modal inti sebesar Rp4 triliun, padahal syarat BUKU III adalah modal intinya Rp5 triliun.
“ Apabila price to book value kami antara 1,5—2 kali, tambahan modal yang didapat dari IPO ini sekitar Rp1,5 triliun—Rp2 triiun. Ini sudah lebih dari cukup untuk tambah modal inti sehingga kami bisa menjadi bank BUKU III,” kata dia.
BI Rate Naik, Kinerja Tetap Aman
Sementara itu, SEVP Finance and Operation BNI Syariah, Wahyu Avianto, menambahkan kenaikan suku bunga acuan tidak akan berpengaruh besar terhadap bisnis pembiayaan perseroan.
Dari hasil Stress Test yang dilakukan perseroan, meski suku bunga acuan BI naik sampai 6,5 persen, kinerja BNI Syariah tak banyak terpengaruh.
" Karena pembiayaan bersifat murabahah yang bersifat tetap atau fixed,” kata Wahyu.
Wahyu menambahkan kenaikan suku bunga BI juga berdampak kecil terhadap rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR). Kalaupun ada penurunan CAR, angkanya sangat kecil.
“ Dampaknya tidak signifikan. Hanya 0,1 persen terhadap CAR. Dengan simulasi kenaikan nilai tukar sampai Rp20 ribu, suku bunga acuan 6,5 persen, CAR kita itu turun 0,1 persen,” kata Wahyu.
(Sumber: Merdeka.com, Liputan6.com/Bawono Yadika)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya