Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Filipina Ingin Pembiayaan Syariah Bisa Menjadi Sumber Pendanaan Proyek Infrastruktur Di Mindanao, Filipina.
Dream – Otoritas Pembangunan Mindanao, Filipina, mendesak penggunaan keuangan syariah untuk membiayai pembangunan infrastruktur di Mindanao. Pembangunan di Mindanao ini termasuk ke dalam megaproyek pembangunan infrasuktur Filipina yang mencapai 8,4 triliun peso (Rp2.270,18 triliun).
Pembangunan infrastruktur ini mencakup pelabuhan, jalan tol, jalan kereta api, jalan raya, jembatan, dan bus.
Dilansir dari Gulf Times, Kamis 26 Juli 2018, badan pembangunan di Mindanao berencana untuk menerbitkan sukuk untuk membiayai proyek-proyek pembangunan, terutama di kota Marawi. Ya, kota ini hancur lima bulan yang lalu akibat konflik militer dengan militan ISIS.
Direktur Otoritas Pembangunan Mindanao, Romeo Montenegro, mengatakan pembiayaan syariah bisa dilakukan oleh Al-Amanah Islamic Investment Bank—anak usaha BUMN Filipina, Development Bank of Phillipines. Bank syariah ini bisa menerbitkan sukuk untuk membiayai proyek infrastruktur.
Montenegro mengatakan bank konvensional sebaiknya memberikan jalan kepada Al-Amanah Bank untuk andil dalam pembangunan infrastruktur. Selain itu, bank syariah ini juga bisa terlibat dalam pembiayaan mikro yang bisa mengentaskan kemiskinan di Mindanao.
Untuk bisa memungkinkan proses pembiayaan syariah, Montenegro mengatakan pemerintah menyodorkan beleid kepada Kongres Filipina agar akses pembiayaan dengan sukuk dan instrumen syariah lainnya bisa dipermudah.
Dia juga akan mendekati Bank Sentral Filipina agar bisa mengeluarkan kebijakan yang memungkinkan ada pendanaan syariah tanpa landasan regulasi.
Langkah ini akan menjadi jalan pintas untuk menerapkan pembiayaan syariah dan memungkinkan investor Timur Tengah yang berminat untuk investasi di Mindanao. Misalnya, Qatar dan Malaysia tertarik untuk menanamkan modal di Mindanao.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya