Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?
Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai
Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih
Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan
Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan
Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Bambang P. S. Brodjonegoro. (Foto: Setkab.go.id)
Dream – Pemerintah berharap aktivitas ekspor dalam negeri bisa meningkat khususnya untuk produk-produk halal. Tujuannya agar bisa menekan defisit neraca transaksi berjalan.
“ Untuk itu, pemerintah harus dapat secara maksimal memanfaatkan berbagai peluang untuk meningkatkan komoditas untuk diekspor,” kata Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Bambang P. S. Brodjonegoro di Jakarta, dikutip dari Merdeka.com, Rabu 25 Juli 2018.
Berdasarkan peta Comtrade 2017, kata Bambang, peran ekspor produk halal Indonesia mencapai 21 persen dari total ekspor secara keseluruhan. Akan tetapi, ekspor itu belum menjangkau negara-negara Islam di dunia.
“ Bicara produk halal, tujuan ekspor kita ke India, China, dan Amerika Serikat. Kita melihat arah ekspor masih market drive karena ekonomi yang besar. Itu yang membuat ekspor kita ke sana. Tapi, kalau melihat komposisi berikutnya, belum maksimalkan ekspor ke negara konvensi Islam, seperti UEA (Uni Emirat Arab) maupun Mesir. Masih kecil,” kata dia.
Bambang mengatakan salah satu potensi produk halal terbesar meliputi industri makanan, minuman, dan turunannya. Ada juga industri farmasi dan kosmetik. Untuk itu, produksi produk ini harus terus didorong untuk meredam impor yang terus meningkat.
“ Market creation dan product creation jadi fokus 2019. Kita harus tahu ke mana ekspornya, serta produk apa yang ke sana, kemudian produk olahan mana yang harus diekspor,” kata dia.
(Sah)
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih

Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil


Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?