Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
(Ilustrasi: Shutterstock)
Dream - Meski bukan negara mayoritas muslim, Presiden Rodrigo Duterte bertekad membuat Filipina terus berusaha mengembangkan industri halal. Dengan cara itu diharapkan Filipina bisa memikat wisatawan Muslim.
Langkah tersebut juga untuk memenuhi permintaan dari komunitas non-Muslim yang semakin meningkat di seluruh dunia akan industri halal.
Sebagai langkah konkret, Asisten Menteri Perdagangan dan Industri Filipina, Abdulgani Macatoman, mengatakan telah menyusun Undang-Undang Halal baru-baru ini.
Penyusunan undang-undang yang bertujuan mendongkrak pembangunan industri halal di Filipina itu melibatkan 10 lembaga yang dipimpin oleh departemennya.
"Jumlah komunitas Muslim di Filipina mencapai 11 juta atau 10 persen dari populasi. Kami juga mengekspor produk halal senilai US$800 juta ke sebagian besar negara ASEAN dan Arab.
"Kami mengharapkan peningkatan industri halal di Filipina, terutama setelah disahkannya undang-undang tersebut," katanya.
Abdulgani memimpin delegasi yang terdiri dari 100 orang saat berkunjung ke Malaysia untuk melihat Pameran Halal Antarabangsa Malaysia (MIHAS) 2018.
Menurut Abdulgani, sejak Duterte menjadi presiden, pemimpin yang dikenal keras itu sangat menaruh perhatian terhadap perkembangan industri halal.
"Presiden kami, secara pribadi, sangat perhatian dengan perkembangan industri halal dan memulainya di kota kelahirannya sendiri, Davao City," katanya.
Abdulgani menambahkan Davao City adalah ibu kota Mindanao, pemerintah lokal pertama yang mendirikan Dewan Kota Halal dan ditargetkan untuk menjadi pusat halal bagi Filipina.
"Kami dapat melihat dengan jelas pertumbuhan signifikan industri halal di Filipina (setelah Duterte menjadi Presiden)," katanya.
Saat ini Filipina telah menandatangani berbagai perjanjian dengan Kawasan Pertumbuhan ASEAN Timur Brunei-Indonesia-Malaysia-Filipina serta Forum Akreditasi Halal Internasional untuk memperkuat komitmennya terhadap industri halal.
Dalam kunjungan ke MIHAS 2018, Abdulgani mengatakan bahwa negaranya saat ini sedang mencari pembeli potensial, pemasok dan mitra di Malaysia.
"Komunitas non-Muslim telah mulai membeli produk halal serta mereka yang sadar kesehatan dan juga vegetarian. Mereka menghargai produk halal tidak hanya di Filipina tetapi juga di seluruh dunia," katanya.
(Sah)
Advertisement

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Sudah Makan tetapi Masih Lapar? Ini 7 Penyebab yang Perlu Anda Ketahui


Kenapa Ada Orang Suka Sayur Pahit, tetapi Ada yang Tak Tahan Bau Ketumbar? Ini Penjelasan Sains