Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Publik Ekspos BNI Syariah Semester I 2017 (Dream.co.id/Arie Dwi Budiawati)
Dream - PT BNI Syariah membukukan laba bersih sebesar Rp165 miliar pada semester I 2017. Perolehan tersebut meningkat 13 persen dibandingkan capaian laba bersih pada periode yang sama tahun 2016 sebesar Rp146 miliar.
" Alhamdulillah BNI Syariah melewati semester I 2017 dengan baik," kata Direktur Utama BNI Syariah, Abdullah Firman Wibowo, di Jakarta, Selasa, 25 Juli 2017.
Firman mengatakan aset BNI Syariah tumbuh 19,7 persen dari Rp25,7 triliun pada semester I 2016 menjadi Rp30,6 triliun pada semester I 2017. Pertumbuhan aset tersebut mengangkat posisi BNI Syariah diantara jajaran bank syariah di tanah air.
" Itu angka psikologis. Kami mengalahkan bank pesaing kami. Sekarang ada di posisi 3. Harapannya, kami bisa ada di posisi 2," kata dia.
Menurut Firman, pertumbuhan laba bersih perusahaan didukung oleh ekspansi pembiayaan dan kontribusi komposisi dana rasio murah. Efisiensi operasional usaha yang terjaga juga menyokong pertumbuhan laba bersih.
BNI Syariah mencatat adanya peningkatan pembiayaan syariah dari Rp18,9 triliun pada semester I 2016 menjadi Rp22,5 triliun pada semester I 2017. Rinciannya, porsi pembiayaan konsumer 51,9 persen, ritel produktif 21,7 persen, komersial 19,3 persen, mikro 5,6 persen, dan pembiayaan Hasanah Card 1,5 persen.
" Untuk pembiayaan konsumer, sebagian besar portofolio BNI Griya iB Hasanah, yaitu 84,9 persen," kata dia.
Sementara itu, dana pihak ketiga naik dari Rp21,8 triliun pada semester I 2016 menjadi Rp26,7 triliun pada semester I 2017.
" Rasio dana murah (CASA) sebesar 47,6 persen, naik dari 47,1 persen dari tahun sebelumnya," kata Firman.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya