Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Dream - Bank Indonesia (BI) mendorong ekonomi syariah memberikan peran pada pertumbuhan ekonomi nasional. BI menilai ekonomi syariah dapat menjadi jawaban untuk mengatasi kesenjangan sosial di Indonesia.
Gubernur BI, Agus DW Martowardojo mengatakan, Indonesia mendapatkan capaian yang baik dalam perekonomian. Beberapa di antaranya seperti mendapatkan afirmasi investment grade dari lembaga rating nasional seperti Fitch dan Moody's.
Sayangnya, kesenjangan sosial masih terjadi di Indonesia. Hal ini menjadi masalah bagi perekonomian nasional.
Studi Bank Dunia pada 2016 menunjukkan Indonesia termasuk salah satu negara yang harus memusatkan perhatian pada masalah kesenjangan sosial. Hal ini tampak dari Indeks Gini Indonesia yang masih tercatat sebesar 0,394 di penghujung 2016.
Meski sudah sedikit membaik dari Indeks Gini di awal 2016 yang mencapai 0,397, hal ini belum sepenuhnya aman. Agus mengatakan kesenjangan sosial menjadi permasalahan utama yang harus diatasi guna mewujudkan perekonomian yang tumbuh berkualitas dan berkesinambungan.
" Kami meyakini suatu sistem ekonomi yang berlandaskan nilai-nilai syariah yang menjunjung tinggi keadilan, kebersamaan, dan keseimbangan dalam pengelolaan sumber daya titipan Allah, akan menjadi salah satu jawaban yang tepat," kata Agus di Jakarta, Senin, 24 Juli 2017.
Agus juga mengatakan, ekonomi syariah juga dilengkapi dengan mekanisme distribusi harta kepada masyarakat miskin. Ekonomi ini memiliki dorongan partisipasi masyarakat untuk berkontribusi bagi kepentingan publik.
" Sehingga (ekonomi syariah) bersifat inklusif," kata pria yang pernah menjabat sebagai Menteri Keuangan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini.
Hari ini, BI bersama Majelis Ulama Indonesia menggelar diskusi bertajuk 'Peran Ekonomi Syariah dalam Arus Balik Ekonomi Indonesia'. Diskusi ini diharapkan bisa menghasilkan kerangka kerja yang bisa diimplementasikan bagi kemajuan bangsa Indonesia.
Agus mengatakan kerja sama dengan MUI ini dilakukan mengingat kontribusi organisasi tersebut dalam membangun dan mengembangkan perekonomian yang berlandaskan prinsip syariah. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam