Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Dengan Kreativitas, Cangkang Telur Bisa Menjadi Barang Seni Yang Harganya Tinggi. (Foto: Shutterstock)
Dream – Seorang pria bernama Aradi mampu mengolah limbah rumah tangga menjadi produk karya seni yang bernilai ekonomi. Dengan kreativitasnya itu, dia bisa meraup untung jutaan rupiah per bulan.
Dilansir dari Merdeka.com, Senin 24 Juli 2017, limbah rumah tangga yang diolah seperti pecahan kaca, plastik, dan cangkang telur. Dia membuat usaha Kun Art untuk bisnis barang seni dari limbah rumah tangga.
Pelaku bisnis UMKM di Medan, Sumatera Utara, ini ingin membuka usahanya sendiri yang tidak terikat dan tidak membosankan, yang penting, dia bisa membuka lapangan pekerjaan. Limbah rumah tangga dan barang pun bisa diolah menjadi produk dan karya seni, bergantung pada inovasi dan tingkat kreativitas.
“ Barang yang biasa dihasilkan adalah lemari, meja, kursi, vas bunga, frame (bingkai), suvenir, cermin, dan kotak perhiasan,” kata dia.
Aradi mengatakan harganya pun bervariasi, mulai dari Rp3 ribu-Rp5 juta. Dari olahan yang dihasilkan, dia berkata mendapatkan keuntungan 40 persen dari modal. Dikutip dari berbagai sumber, keuntungan rata-rata yang dihasilkan sebanyak Rp8 juta-10 juta per bulan.
Saat ini, berbagai produk olahannya banyak dipasarkan di berbagai daerah di Sumatera Utara.
Pria tersebut juga mendapatkan banyak kesempatan untuk mengikuti pameran dan bazar yang digelar oleh sejumlah lembaga. Tak heran jika masyarakat semakin mengenal berbagai produk yang dihasilkan dari bahan dasar limbah tersebut.
“ Masyarakat perlu berinovasi untuk mengolah limbah agar menjadi manfaat dan tidak merugikan lingkungan. Menghilangkan limbah merupakan hal yang tidak mungkin, tapi limbah bisa berkurang dengan pengolahan kembali,” kata dia.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam