Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan
Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?
10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah
Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol
Ilustrasi Generasi Milenial Di Dunia Kerja. (Foto: Shutterstock)
Dream - Bagi Anda, para para pengelola perusahaan, apa yang terlintas dalam pikiran Anda mempekerjakan karyawan pada rentang usia 20an, atau lazim disebut generasi milenial? Jika berpikir perlu menyediakan fasilitas tertentu, Anda tidak sendiri.
Jika ingin mempekerjakan generasi milenial dan membuat mereka betah di perusahaan, sebaiknya jangan memperlakukan mereka sesuai usianya. Mereka tak suka diperlakukan seperti ini. Perlakukanlah mereka seperti generasi-generasi sebelumnya.
Dilansir Yahoo Finance, generasi milenial menginginkan penawaran yang sama seperti generasi sebelumnya. Hasil kajian PricewaterhouseCooper’s berjudul 'Millenials at Works', menunjukkan 52 persen generasi milenial ingin jenjang karier yang pesat dan 44 persen lainnya ingin upah kompetitif.
Kajian lainnya dari Korn Ferry menunjukkan generasi X dan milenial sama-sama menyukai perusahaan yang memiliki visi sama dan memberikan peluang bagi mereka untuk berkontribusi kepada perusahaan. Ada 38 persen generasi milenial yang memilih perusahaan sesuai dengan visi mereka.
Lalu, bagaimana cara menarik perhatian generasi milenial agar betah di kantor? Ada beberapa tips yang bisa dilakukan.
Yang pertama, menjaring berdasarkan kebutuhan perusahaan. Buatlah keputusan perekrutan yang sesuai dengan nilai-nilai perusahaan, apakah kandidat itu sesuai atau tidak.
Yang kedua, jelaskan visi dan misi perusahaan. Usahakan transparan tentang perusahaan, misalnya apa yang akan dicapai oleh perusahaan selama 3 tahun, 5 tahun, atau 10 tahun mendatang.
Pemahaman terhadap visi perusahaan sangat penting bagi generasi milenial dan generasi lainnya. Jika mengerti dan memahami visi perusahaan, mereka akan bertahan di perusahaan dan menjadi kontributor yang kuat.
Yang ketiga, menawarkan kesempatan untuk tumbuh. Nah, ini yang penting. Sama seperti lainnya, generasi milenial ingin meningkatkan kemampuan profesionalnya secepat mungkin.
Advertisement
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?

Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya

Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?