Belajar dari SBY, Begini Cara Ubah Janji Kampanye Menjadi Program Nyata Pemerintahan
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi (Sumber: Shutterstock)
Sebelum resmi keluar dari perusahaan, karyawan harus melewati tahap ini.
Dream – Keputusan pengunduran diri sudah dibuat dan surat resign telah diserahkan. Proses pengunduran diri tinggal selangkah lagi.
Satu tahap yang harus dilakukan sebelum seorang karyawan resmi tak bekerja lagi di perusahaan itu yaitu wawancara dengn manajemen perusahaan.
Buat yang sudah berpengalaman, wawancara pengunduran diri akan terasa mudah. Nah, kalau yang belum?
Tak jarang karyawan yang baru pertama kali mengundurkan diri dari perusahaan, akan merasa deg-degan ketika harus menghadap bagian HRD untuk wawancara pengunduran diri. Banyak tanda tanya yang memenuhi pikiran. Kira-kira apa yang akan ditanyakan oleh HRD?
Dilansir dari The Muse, Jumat 14 Juli 2017, ada tiga hal yang umum ditanyakan perusahaan saat resign interview. Apa saja?
Pertama, alasan mengundurkan diri dari pkekerjaan.
Sudah bisa ditebak, pertanyaan awal yang dilontarkan pewawancara pertama kali adalah alasan mengundurkan diri. Karyawan yang mengajukan resign akan ditanya perusahaan tentang alasan hengkang dari perusahaan, apakah ada masalah dengan atasan atau bagaimana. Selain itu, pewawancara juga akan bertanya apakah ada kekurangan di posisi yang ditinggalkan.
Kedua, hubungan dengan atasan.
Tak dapat dipungkiri bahwa hubungan atasan dengan bawahan akan mempengaruhi karier seseorang. Jadi, perusahaan ingin tahu apakah hubungannya baik, buruk, atau bahkan sangat buruk. Ketika ditanya tentang pertanyaan ini, usahakan untuk tidak mengeluh soal atasan dan menjelek-jelekkannya.
Ketiga, faktor terbesar menerima pekerjaan baru.
Ketika ditanya tentang ini, jangan merasa tertekan untuk bercerita. Katakanlah apa adanya sebab pewawancara ingin tahu. Siapa tahu alasan karyawan ini bisa menjadi masukan bagi perusahaan. Misalnya, budaya kerja di perusahaan baru, lebih baik atau gajinya lebih tinggi.(Sah)