Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
© Pexels.com/RDNE Stock Project
DREAM.CO.ID - Memperpanjang usia tidak selalu berarti melakukan perubahan besar dalam hidup. Salah satu kebiasaan yang justru sering dianggap sepele adalah bagaimana seseorang menghabiskan waktu menjelang tidur. Mulai dari menentukan jam tidur yang konsisten hingga mematikan layar ponsel, rutinitas pada malam hari dapat membantu meningkatkan kualitas tidur yang berkaitan dengan kesehatan jangka panjang.
Dilansir dari Health, sejumlah pakar tidur dan kesehatan umur panjang merekomendasikan lima kebiasaan yang dapat diterapkan setiap malam untuk mendukung tidur sekaligus kesehatan secara keseluruhan.
1. Prioritaskan Tidur 7–9 Jam
Tidur yang cukup dan berkualitas mendukung berbagai fungsi tubuh, termasuk kesehatan metabolisme, jantung, sistem kekebalan, fungsi kognitif, dan proses penuaan yang sehat. Karena itu, orang dewasa dianjurkan mengupayakan sekitar tujuh hingga sembilan jam tidur setiap malam.
Jerome Puryear, dokter dan penulis buku How Not to Up and Die from Lack of Sleep, mengatakan penelitian besar menemukan bahwa orang dengan kebiasaan tidur sehat cenderung memiliki harapan hidup lebih panjang. Dalam penelitian tersebut, pria dengan kebiasaan tidur sehat rata-rata hidup 4,7 tahun lebih lama, sedangkan perempuan 2,4 tahun lebih lama dibandingkan mereka dengan kebiasaan tidur yang buruk.
Sebaliknya, tidur kurang dari enam jam per malam dikaitkan dengan peningkatan sekitar 28 persen risiko kematian dari berbagai penyebab, termasuk penyakit kardiovaskular dan kanker. Tidur yang sering terputus juga dikaitkan dengan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular yang lebih tinggi.
Bukan hanya jumlah jam tidur yang penting. Keteraturan jadwal tidur juga tampaknya berperan besar terhadap umur panjang. Studi terhadap lebih dari 60.000 orang menemukan bahwa pola tidur yang lebih teratur berkaitan dengan penurunan risiko kematian dari berbagai penyebab sebesar 20–48 persen. Bahkan, keteraturan tidur menjadi prediktor umur panjang yang lebih kuat dibandingkan durasi tidur semata.
Karena itu, usahakan tidur dan bangun pada waktu yang relatif sama setiap hari, termasuk akhir pekan. Paparan cahaya pagi, kamar yang sejuk, gelap, dan tenang juga dapat membantu mempertahankan pola tidur yang baik.
Aktivitas fisik memang penting untuk kesehatan dan umur panjang, tetapi waktu melakukannya perlu diperhatikan. Olahraga berat satu atau dua jam sebelum tidur dapat membuat seseorang lebih sulit terlelap karena meningkatkan detak jantung, suhu tubuh, dan kadar adrenalin.
Sebagai gantinya, jalan santai, peregangan, atau latihan mobilitas pada malam hari dapat menjadi pilihan. Aktivitas ringan tersebut dapat membantu pengendalian gula darah, pencernaan, mengurangi stres, serta mempersiapkan tubuh untuk tidur.
Makan besar terlalu dekat dengan waktu tidur membuat sistem pencernaan dan metabolisme tetap aktif ketika tubuh seharusnya mulai beristirahat. Kebiasaan tersebut dikaitkan dengan kualitas tidur yang lebih buruk, peningkatan berat badan, dan gangguan metabolisme glukosa.
Kafein juga perlu diperhatikan. Konsumsi kopi atau minuman berkafein bahkan enam jam sebelum tidur dapat menunda datangnya rasa kantuk. Alkohol pun bukan solusi untuk membantu tidur. Meski dapat membuat seseorang mengantuk, alkohol dapat mengurangi kualitas tidur, menekan fase REM, dan meningkatkan frekuensi terbangun pada malam hari.
Ponsel, tablet, dan komputer sebaiknya mulai dijauhkan setidaknya satu jam sebelum tidur. Cahaya dari perangkat elektronik dapat mengganggu ritme sirkadian dan menekan produksi melatonin, hormon yang membantu mengatur waktu tidur.
Selain cahaya, isi yang dikonsumsi juga dapat membuat otak tetap aktif. Email pekerjaan, berita, media sosial, atau konten yang merangsang emosi dapat meningkatkan kewaspadaan ketika tubuh seharusnya mulai rileks.
Jika sulit langsung meninggalkan perangkat, layar dapat diredupkan dan mode malam digunakan. Namun, tetap hindari pekerjaan atau membaca email menjelang tidur.
Pada akhirnya, kebiasaan malam yang mendukung umur panjang bukanlah rutinitas yang rumit. Tidur cukup, menjaga jadwal yang konsisten, bergerak ringan, menghindari makan terlalu larut, serta memberi jeda dari layar dapat menjadi bagian dari rutinitas sederhana untuk mendapatkan tidur berkualitas. Dalam jangka panjang, tidur yang baik bukan hanya membuat tubuh terasa lebih segar pada pagi hari, tetapi juga menjadi bagian penting dari upaya menjaga kesehatan sepanjang usia.
Advertisement
Bagaimana Industri Pangan Mengurangi Limbah? Ini Strategi yang Dilakukan

Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran


Penelitian Ungkap Protein Bisa Bantu Membersihkan Sisa Sel dan Kurangi Tanda Peradangan

Mengapa Tempat Sepi seperti Lorong Kosong Bisa Terasa Menyeramkan? Ini Penjelasan Psikologinya


Bagaimana Harga Emas Ditentukan? Apakah Harganya Sama di Seluruh Dunia?

Hobi Membuat Kue Ternyata Punya 7 Manfaat bagi Kesehatan, Bukan Sekadar Mengisi Waktu Luang

El Niño Diprediksi Menguat, Harga Beras Dunia Terancam Melonjak dan Jutaan Orang Bisa Terdampak

Sering Bikin Lelah secara Emosional? Kenali 8 Tanda Anda Berhadapan dengan Energy Vampire