Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Suara-Suara di DPR Soal Ijazah Gibran
Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi
© Pexels.com/Cottonbro Studio
DREAM.CO.ID - Pagi hari bisa terasa cukup nyaman, tetapi beberapa jam kemudian udara berubah menjadi panas dan gerah. Menjelang sore, hujan turun dan membuat udara kembali lembap. Perubahan seperti ini membuat tubuh harus terus menyesuaikan diri, terutama ketika suhu lingkungan meningkat lebih cepat daripada kemampuan tubuh untuk melepaskan panas.
Tubuh sebenarnya memiliki sistem pendingin alami. Ketika suhu meningkat, tubuh mengeluarkan keringat yang kemudian menguap dari permukaan kulit dan membantu menurunkan suhu. Masalah muncul ketika udara sangat panas atau lembap sehingga proses penguapan keringat tidak berlangsung optimal. Karena itu, menjaga tubuh tetap dingin bukan hanya soal mencari ruangan berpendingin udara, tetapi juga membantu tubuh melepaskan panas secara efektif.
1. Perbanyak Minum Sebelum Merasa Sangat Haus
Saat cuaca panas, tubuh kehilangan cairan melalui keringat. Karena itu, minumlah secara teratur sepanjang hari dan jangan hanya menunggu sampai rasa haus muncul. Air putih dapat menjadi pilihan utama untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi.
Jika banyak berkeringat akibat aktivitas fisik atau berada di luar ruangan dalam waktu lama, kebutuhan cairan dapat meningkat. Hindari terlalu banyak minuman yang mengandung alkohol karena dapat memperburuk kehilangan cairan.
2. Pilih Pakaian yang Ringan dan Longgar
Pakaian dapat menentukan seberapa mudah panas meninggalkan tubuh. Gunakan pakaian yang ringan, longgar, dan memungkinkan udara bergerak di sekitar kulit. Bahan yang menyerap atau memungkinkan keringat menguap juga dapat membantu tubuh terasa lebih nyaman.
Untuk aktivitas di luar ruangan, pakaian berwarna lebih terang juga dapat membantu mengurangi penyerapan panas dari sinar matahari dibandingkan pakaian berwarna sangat gelap.
3. Cari Tempat Teduh pada Waktu Terpanas
Ketika matahari sedang terik, mengurangi paparan langsung merupakan salah satu cara paling sederhana untuk mencegah tubuh mengalami panas berlebihan. Jika harus berada di luar, manfaatkan tempat teduh, gunakan payung, atau kenakan pelindung dari sinar matahari.
Atur pula aktivitas fisik agar tidak dilakukan pada periode ketika suhu lingkungan paling tinggi. Berolahraga dalam kondisi panas membuat tubuh menghasilkan lebih banyak panas dan kehilangan lebih banyak cairan melalui keringat.
4. Manfaatkan Kipas dan Ventilasi
Kipas angin tidak selalu menurunkan suhu ruangan, tetapi aliran udara dapat membantu mempercepat penguapan keringat sehingga tubuh terasa lebih sejuk. Karena itu, kipas dapat menjadi pilihan yang efektif ketika udara di dalam ruangan tidak terlalu panas.
Pada malam hari atau ketika udara luar lebih sejuk, membuka jendela dan menggunakan ventilasi silang dapat membantu mengeluarkan udara panas yang terperangkap di dalam rumah.
5. Dinginkan Tubuh, bukan Hanya Ruangan
Ketika tubuh mulai terasa terlalu panas, kompres dingin pada bagian tertentu seperti leher atau wajah dapat memberikan rasa sejuk. Mandi dengan air sejuk juga dapat membantu menurunkan rasa panas pada tubuh.
Namun, jangan mengandalkan sensasi dingin saja. Tetap pindahkan tubuh ke tempat yang lebih sejuk, kurangi aktivitas, dan konsumsi cairan jika mengalami panas berlebihan.
6. Perhatikan Tanda Tubuh Mengalami Kepanasan
Cuaca panas menjadi berbahaya ketika tubuh tidak lagi mampu mengendalikan suhunya. Sakit kepala, pusing, lemah, mual, keringat berlebihan, atau kram otot dapat menjadi tanda bahwa tubuh mulai terdampak panas.
Jika kondisi semakin berat, seperti kebingungan, kehilangan kesadaran, atau tubuh terasa sangat panas, keadaan tersebut membutuhkan pertolongan medis segera. Heatstroke merupakan kondisi darurat dan tidak seharusnya ditangani hanya dengan beristirahat di rumah.
Cuaca yang panas dan tidak menentu memang tidak selalu dapat dikendalikan. Namun, tubuh dapat dibantu dengan cara sederhana: cukup minum, mengenakan pakaian yang sesuai, mengurangi paparan panas langsung, menjaga sirkulasi udara, dan memberi kesempatan tubuh untuk beristirahat. Ketika suhu lingkungan berubah cepat, kemampuan mengenali tanda-tanda tubuh menjadi sama pentingnya dengan mencari tempat yang lebih sejuk.
Advertisement
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane

Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama

IHSG Dibuka Menguat, Investor Pantau Laporan Cadev RI


Kenapa Pekerjaan Baru di Usia 30-an Bisa Membuat Kita Merasa Bodoh Lagi?

Setir Mobil Tiba-Tiba Berat Diputar? Ini 4 Penyebab dan Cara Mengeceknya


Pepaya vs Mangga, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah dan Pencernaan?

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane


Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series