Jusuf Kalla Ajak Dekan Teknik Makassar Pelajari Industri Teknologi Langsung di China

Reporter : Mutia Nugraheni
Minggu, 20 September 2026 09:32
Jusuf Kalla Ajak Dekan Teknik Makassar Pelajari Industri Teknologi Langsung di China
JK menilai penguasaan teknologi merupakan salah satu unsur penting dalam mendorong kemajuan suatu bangsa.

 

DREAM.CO.ID — Kemajuan industri teknologi di China termasuk yang paling maju di dunia dan banyak jadi acuan berbagai negara. Hal tersebut membuat Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK), mengajak sejumlah pimpinan perguruan tinggi dan dekan fakultas teknik dari Makassar melakukan kunjungan ke China untuk melihat secara langsung perkembangan teknologi di negeri Tirai Bambu itu.

JK mengatakan, kunjungan dilakukan sebagai sarana pembelajaran dan perbandingan bagi kalangan akademisi Indonesia mengenai perkembangan teknologi, khususnya teknologi informasi (IT), serta penerapannya dalam sektor industri. Hal itu disampaikan JK saat ditemui di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Minggu, 20 September 2026.

“ Semua dekan-dekan fakultas teknik di Makassar, dengan juga perguruan tinggi, saya undang untuk mengunjungi China, melihat teknologi China sampai sejauh mana,” ujar JK.

Rombongan juga dijadwalkan mengunjungi Huawei untuk memperoleh gambaran mengenai perkembangan teknologi dan membandingkannya dengan kemampuan yang telah dimiliki Indonesia.

“ Di Huawei, agar kita mengetahui perbandingannya, apa yang kita laksanakan dan apa yang negara lain, apa itu kemampuan teknologinya, supaya menjadi bahan pembelajaran kita dalam perbandingan,” katanya.

JK menilai penguasaan teknologi merupakan salah satu unsur penting dalam mendorong kemajuan suatu bangsa. Karena itu, pengalaman melihat langsung perkembangan teknologi di China diharapkan dapat memberikan wawasan sekaligus menjadi bahan pembelajaran bagi para akademisi.

“ Sehingga teknologi itu menjadi bagian daripada kemajuan bangsa ini. Karena itu China sangat maju teknologi, kita lihat kemajuannya, bagaimana mereka mencapai itu, dan bagaimana cara juga kita dapat maju,” tutur JK.

 

1 dari 1 halaman

Bidang Informasi Teknologi Jadi Perhatian

Ia menjelaskan, kunjungan ke China akan berlangsung selama empat hari dengan fokus melihat perkembangan teknologi, terutama di bidang teknologi informasi.

Tidak hanya mempelajari perkembangan teknologi di China, JK mengatakan rombongan selanjutnya juga akan melihat sejumlah industri di Jakarta. Kegiatan tersebut dimaksudkan untuk mempelajari bagaimana teknologi diterapkan secara langsung dalam kegiatan industri.

“ Kemudian juga setelah itu melihat beberapa industri di Jakarta sebagai pembelajaran bahwa teknologi juga harus dapat diterapkan di industri, bagaimana penerapan teknologi di industri,” ujar JK.

Dalam kunjungan tersebut, JK turut didampingi sejumlah pimpinan perguruan tinggi dan fakultas teknik dari Makassar, yakni Prof. Ir. Suharman Hamzah, S.T., M.T., Ph.D.(Eng.), HSE., Wakil Rektor Bidang Kemitraan, Internasionalisasi, dan Kealumnian Universitas Hasanuddin; Prof. Dr.Eng. Ir. Muhammad Isran Ramli, S.T., M.T., Dekan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin; serta Prof. Dr. Drs. Ir. Jamaluddin, M.P., IPM., Dekan Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar.

Turut dalam rombongan Ar. Fahmyddin A'raaf Tauhid, S.T., M.Arch., Ph.D., IAI, Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UIN Alauddin Makassar; Prof. Dr. Ir. Hj. St. Maryam H., M.T., Dekan Fakultas Teknik Universitas Muslim Indonesia; Prof. Dr. Ir. Ahmad Hanafie, Wakil Rektor I Bidang Akademik Universitas Islam Makassar; Dr. Ir. Muh. Awaluddin Hamdy, S.T., M.Si., IPM., Dekan Fakultas Teknik Universitas Bosowa; Ir. Muhammad Syafaat S. Kuba, S.T., M.T., Dekan Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Makassar; serta Syamril, S.T., M.Pd., Rektor Institut Teknologi dan Bisnis Kalla.

Melalui kunjungan tersebut, JK berharap pengalaman melihat perkembangan teknologi serta penerapannya dalam industri dapat menjadi bahan pembelajaran bagi perguruan tinggi untuk ikut mendorong peningkatan kemampuan teknologi dan sumber daya manusia Indonesia.

Beri Komentar