Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dua Indeks Syariah Melemah Pada Akhir Pekan.
Dream - Menutup perdagangan jelang akhir pekan, indeks syariah melemah pada penutupan perdagangan, Jumat 21 Juli 2017. Sektor industri aneka, khususnya emiten produsen mobil ASII dan IMAS, membuat indeks ini terseret ke zona merah.
Pelaku pasar juga belum melihat sinyal-sinyal positif yang muncul di lantai bursa. Kinerja emiten dan masih adanya aksi jual pemodal asing menahan pemodal.
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menutup perdagangan dengan melemah 1,794 poin (0,97%) ke level 183,040. Meski dibuka melemah di level 184,775, ISSI sempat menembus zona hijau dan menyentuh level tertinggi 184,928.
Koreksi juga dialami indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII). Serupa dengan ISSI, indeks JII ini merosot 10,249 poin (1,37%) ke level 739,027. Saat perdagangan dibuka, indeks ini memerah di level 748,723.
Transaksi perdagangan saham syariah mengalami penurunan baik dari segi volume maupun nilai. Aksi jual beli saham syariah mencapai 35,46 juta saham dengan nilai Rp 3,24 triliun.
Meski tak sebesar hari-hari sebelumnya, investor asing masih mencatatkan jual bersih pada perdagangan hari ini. Nett sell asing pada saham syariah mencapai Rp 157 miliar.
Secara keseluruhan, sebagian besar indeks sektoral memang mengalami tekanan. Koreksi paling tajam dialami indeks sektor industri aneka yang merosot 3,43 persen, manufaktur 1,47 persen, dan keuangan 1,17 persen.
Penguatan hanya terjadi pada emiten sektor pertanian sebesar 0,24 persen dan perdagangan 0,23 persen.
Emiten-emiten bluechip syariah top gainer yang dilirik investor adalah AALI yang harga sahamnya naik Rp250, INCO Rp40, WSKT Rp30, LSIP Rp20, SSMS Rp15.
Sebaliknya, yang menjadi top loser adalah UNVR yang harga sahamnya turun Rp550, ASII Rp350, INDF Rp200, LPPf Rp200, dan PTBA Rp150.
Dari pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS justru keok. Kurs rupiah terhadap dolar AS melemah 2 poin (0,02%) ke level Rp13.325 per dolar AS.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya