Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Petani Memanen Jambu Madu. (Foto: Jambumaduhijau.com)
Dream – Buah jambu tidak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia. Buah yang satu ini digemari masyarakat karena rasanya yang manis dan berkhasiat bagi tubuh.
Di Indonesia, ada beragam buah jambu. Ada jambu biji, jambu air, dan jambu arang. Nah, berbicara jambu air, di Pontianak, ada jenis jambu air yang berbeda dengan jambu air pada umumnya. Ukurannya lebih besar dan lebih berat. Namanya jambu madu.
Seorang petani jambu madu, Michael, mengaku tidak menyangka jambu madunya digemari masyarakat.
“ Peminatnya sangat ramai, bahkan buahnya sudah dipesan orang ketika masih berukuran kecil walaupun transaksinya tetap saat buah sudah dipanen,” kata Michael di Pontianak, Kalimantan Barat, sebagaimana dilansir Merdeka.com, Senin 10 Juli 2017.
Michael mengatakan, saat ini, di area seluas setengah hektare yang berada di Jalan Ahmad Yani II, Kubu Raya, ada 200 induk produktif. Sejak empat bulan lalu, ketika panen jambu madu dimulai, Michael berhasil meraup pendapatan bersih sekitar Rp50 juta.
“ Saya tidak menyangka sampai orang bisa suka dan seperti tadi belum masak sudah dipesan. Mungkin buah dan rasanya berbeda dengan buah di pasaran,” kata dia.
Menurut Michael, satu pohon bisa menghasilkan 8-10 kg buah. Jambu madu pun dikelompokkan berdasarkan uikuran. Grade A (yang besar) dihargai Rp45 ribu perkg, grade B Rp35 ribu perkg, dan grade C sebesar Rp25 ribu. Dia tidak menjual buah yang berukuran kecil dan cacat.
“ Saya juga menjual tanah olahan, pupuk, dan ratusan bibit jambu. Harga bibit jambu madu sebesar Rp50 ribu perpohon dengan ketinggian kurang dari 60 cm, sedangkan bibit semi induk Rp200 ribu perpohon,” kata dia.
Meskipun laku keras, Michael mengaku belum mampu memenuhi permintaan toko-toko besar. Dia hanya menjual kepada pelanggan rumahan.
“ Produksi kebun tidak mampu untuk masuk ke toko buah maupun supermarket. Ini saja permintaan tidak pernah kosong,” kata dia.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan