Hadiah dari Bos: Mobil, Tiket Piala Dunia dan Liburan Mewah

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Minggu, 25 Juni 2017 14:03
Hadiah dari Bos: Mobil, Tiket Piala Dunia dan Liburan Mewah
Hadiah ini merupakan apresiasi terhadap karyawan. Tapi, siapa dia?

Dream – Radomir Novakovic Cakan tak hanya terkenal sebagai pebisnis sukses dari Montenegro, tetapi juga sosok murah hati. Bahkan, dia dijuluki sebagai bos terbaik di Balkan dan “ Saudara” oleh karyawannya.

Dilansir dari Oddity Central, Sabtu 25 Juni 2017, Cakan memiliki perusahaan “ Cakan Sports”, sebuah jaringan toko olah raga terbesar di Montenegro.

Walaupun sekarang menjadi politisi, pria ini menjadi tajuk utama beragam media bertahun-tahun. Bukan karena karier profesionalnya, melainkan kedermawanan hatinya bagi karyawan yang loyal dan pekerja keras. 

Kemurahan hatinya inilah yang membuat hubungan Cakan dengan karyawannya semakin erat.

Cakan pertama kali memberika kejutan kepada karyawannya pada tahun 2012. Dia memberikan 2 unit mobil VW Golf 6 dan 2 unit VW Polo kepada beberapa karyawan tertua dan karyawan yang paling bekerja keras di Cakan Sports. Dengan hadiah ini, dia berpikir orang-orang terbaiknya tidak perlu berjuang keras untuk bekerja.

“ Dengan cara ini, tak lama lagi mereka tidak diizinkan datang terlambat,” kata Cakan sambil bergurau.

Salah seorang penerima mobil, Danijela Rocenovic, mengaku terkejut ketika mendapatkan hadiah dari Cakan.

“ Ketika bos mengatakan ‘Ini hadiah untuk Anda’, yang saya pikirkan adalah ‘ini tidak nyata. Nggak mungkin terjadi kepada kami,” kenang Rocenovic.

1 dari 3 halaman

Tiket Final Piala Dunia dan Liburan Mewah

Dream - Tak hanya memberi mobil, Cakan juga pernah membelikan tiket Piala Dunia 2014 untuk karyawannya, setelah mendengar ada karyawan yang rela menabung uangnya untuk membeli tiket final Piala Dunia 2014 di Brazil.  

Dia membelikan tiket final untuk karyawan itu dan mengajaknya pergi bersamanya untuk menyaksikan laga final pertandingan sepak bola ini.

Kemurahan hati lainnya juga terjadi pada tahun lalu. Cakan memberangkatkan 14 orang karyawannya ke pulau eksotis di Bahama dan Sisilia atas keloyalan dalam pekerjaan. Di lain waktu, dia juga mengirimkan karyawannya untuk naik kapal pesiar ke Mediterania.

2 dari 3 halaman

Mengapa Apresiasinya Bukan Naik Gaji?

Dream - Cakan enggan memberikan apresiasi kepada karyawan dengan kenaikan gaji atau bonus. Dia lebih suka memberikan apresiasi berupa sesuatu yang bukan uang. Ketika ditanya alasannya, Cakan memberikan jawaban yang mengesankan.

“ Uang datang dan pergi, tetapi kenangan ada selamanya,” kata dia.

Cakan punya teman yang berbisnis di agen wisata dan memintanya untuk membuat program jalan-jalan untuk karyawan (tentunya sekaligus harga).

“ Ketika karyawan saya kami kembali dari jalan-jalan, mereka terlihat lebih bahagia dan bekerja lebih keras. Mereka menunjukkan foto-foto dan kami tertawa bersama,” kata dia.

Kemurahan hati Cakan kepada karyawannya ini mendapatkan sorotan media-media setempat. Popularitas ini sempat membuat dirinya terkejut.

“ Saat menjadi orang yang ‘normal’, itu adalah kabar besar. Tapi, ini membuat saya agak terkejut, tapi saya senang mendapatkan respons yang positif. Sekarang hal itu menjadi barang langka terlebih sejak saya terjun ke dunia politik,” kata dia.

 

3 dari 3 halaman

Jadi Politisi, Kedermawan Hati Cakan Tak Berkurang

Dream - Tahun lalu, pria ini berkecimpung ke dunia politik dan menjadi konselor di Municipality of Bar. Walaupun dia bekerja secara aktif dengan otoritas untuk membuat kehidupan kota Bar menjadi lebih baik, kedermawanannya tidak mengganggu kariernya.

Dia tidak mencairkan 11 bulan gajinya yang sebesar S$15.300 (Rp203,36 juta) dan memilih menyumbangkan gaji kepada lembaga-lembaga amal. Dia juga menolak fasilitas telepon kerja dan pembiayaan biaya jalan-jalan dari pajak.

Ketika ditanya mengapa dia dipanggil “ Saudara” oleh karyawannya, Cakan mengatakan, “ Saudara selalu menolong sesamanya.” (ism) 

Beri Komentar