Nilushika Jayaweera, Bekas Pembantu yang Sukses Jadi Bos Teh

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 27 Juni 2017 15:02
Nilushika Jayaweera, Bekas Pembantu yang Sukses Jadi Bos Teh
Siapakah dia?

Dream – Siapa pun berhak menjadi orang sukses. Asalkan dia punya kemauan dan tekad yang kuat. Bahkan meski dia pernah menjadi seorang pembantu.

Inilah yang dibuktikan Nilushika Jayaweera.

Dilansir dari Straits Times, Minggu 25 Juni 2017, Nilushika  datang ke Singapura sejak tahun 2001 sebagai seorang pembantu rumah tangga. Dan 15 tahun ke depan, dia meninggalkan sebagai seorang wirausaha.

Wanita berusia 36 tahun ini membuat perkebunan the di Sri Langka dan mengemasnya untuk dijual ke 500 pelanggan internasional.

“ Jika dilihat ke belakang, saya tidak tahu siapa saya dan apa yang saya inginkan. Hidup hanya terjadi kepada saya,” kata dia.

Nilushika berujar bahwa orang tuanya meninggal ketika mereka masih muda. Wanita dan saudara-saudaranya tumbuh di panti asuhan. Dia menggarisbawahi pekerjaan sebuah organisasi non pemerintah di Singapura, Aidha yang mengajarkan pembantu rumah tangga untuk mengstur keuangan dan mulai berbisnis.

Waktunya di Singapura tidak hanya digunakan untuk bisnis, tetapi juga belajar untuk menguatkan peran wanita di Sri Lanka.

Lalu, uang yang dihasilkan dari bisnis teh, membantunya untuk mulai membangun lembaga sosialnya sendiri beberapa bulan yang lalu. Dengan lembaganya ini, Nilushika mulai memberdayakan perempuan di desanya tentang usaha kecil, seperti beternak, menjahit, dan mengepak lada.

Nilushika mengatakan dia belajar di Aidha sejak tahun 2011. Ketika itu, dia sedang memiliki beberapa masalah keluarga dan perusahaan tempat Nilushika bekerja, berpikir Aidha bisa membantunya. Jadi, perusahaannya membayar US$400 dan memberikan kursus pada akhir pekan. Nilushika pun belajar literasi keuangan, bisnis, dan kepemimpinan.

Lewat kursus ini, dia membantu sang suami kembali ke rumah untuk merintis bisnis teh online.

“ Belajar kemampuan darri kursus membuat banyak pilihan dan kemungkinan bagi saya. Saya menyadari bahwa pendidikan dan pemberdayaan wanita adalah kunci bagi masa depan wanita,” kata dia.(Sah)

Beri Komentar