Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Pengusaha Kaus Kaki Bermotif, Brennan Agranoff. (Foto: Oddity Central)
Dream – Remaja berusia 17 tahun, Brennan Agranoff, mulai berbisnis kaus kaki dengan sedikit pinjaman dari orang tuanya. Dengan bisnis kaus kaki ini, Brennan menjual kaus kaki dengan penjualan sebesar US$1 juta (Rp13,32 miliar) dalam empat tahun terakhir.
Dilansir dari Oddity Central, Selasa 2 Mei 2017, ide bisnis ini tercetus ketika dia berusia 13 tahun. Ketika itu, dia menghadiri pertandingan basket tingkat sekolah menengah di Sherwood, Oregon, Amerika Serikat. Brennan melihat semua anak yang menghadiri acara ini mengenakan kaus kaki yang sama, putih polos.
Remaja muda ini berpikir kaus kaki putih polos saja populer, apalagi kaus kaki yang bermotif.
Untuk memulai usahanya, Brennan meriset berbagai hal untuk bisnis kaus kaki selama enam bulan, seperti mencari mesin pencetak digital, teknologi, serta perencanaan bisnis. Remaja ini meminjam uang dari orang tuanya sebesar US$3 ribu (Rp40 juta) dari orang tuanya.
Dengan “bekal” itu, Brennan mendirikan usaha kaus kaki bernama HoopSwagg di garasi mobil di rumahnya. Dia meminta kedua orang tuanya untuk membelikan kaus kaki putih sebanyak-banyaknya. Setelah itu, Brennan membuat kreasi motif di atas kaus kaki putih.
Dia tidak membiarkan buta warna menghalanginya untuk berkreasi.
© Dream
Saat ini, ada 200 desain kaus kaki yang sudah diciptakan, mulai dari goofy (motif es krim yang meleleh) hingga funky.
Brenann mengatakan bisnisnya lambat berkembang ketika tahun pertama. Namun, setelah menggunakan media sosial dan berjualan online, bisnisnya mulai tumbuh. Dia pun menggunakan jasa endorser untuk mendongkrak produk HoopSwagg.
Harapan mulai terbit. HoopSwagg perlahan-lahan tumbuh. Pesanan kaus kaki bermotif itu pun semakin banyak.
Bisnis yang berkembang membuat orang tua Brennan membangun bangunan seluas 1.500 hektare untuk produksi, gudang, dan pengapalan. Ibunya menjadi seorang karyawan full time HoopSwagg. Brennan pun membukukan 100 pesanan kaus kaki per hari.
Empat tahun menggeluti bisnis, Brennan membukukan penjualan senilai US$1 juta (Rp13,32 miliar) selama empat tahun. Dia pun ingin mengembangkan bisnisnya di arm sleeves dan dasi bermotif. Kini, desainnya bisa ditemukan di situs HoopSwagg, Amazon, dan eBay.
© Dream
Brennan mengaku tidak pernah mengenyam pendidikan bisnisnya. Tapi, dia mengklaim punya jiwa wirausaha. Ketika berusia 8 tahun, Brennan membeli barang diskon dan menjualnya di situs eBay.
“Jadi, saya sungguh belajar otodidak. Terutama, saat ini banyak informasi yang tersedia di internet. Anda tidak akan terlalu muda untuk menjadi seorang wirausahawan,” kata dia.
Remaja belia ini menghabiskan waktunya sebanyak enam jam untuk mengurus bisnisnya. Itu pun dilakukan setelah pulang sekolah dan menyelesaikan pekerjaan rumah. Brennan dijadwalkan akan lulus SMA enam bulan lagi.
Ketika ditanya tentang rencana masa depan, dia ingin kuliah dan mengurus bisnis HoopSwagg dengan sepenuhnya.
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari