Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Tyovan Ari Widagdo Pernah Magang Di Google. (Foto: Maxmanroe.com)
Dream – Majalah Forbes kembali merilis daftar orang berpengaruh di dunia berusia di bawah 30 tahun. Dalam edisi “30 Under 30 Forbes Asia 2017”, salah satu sosok paling berpengaruh itu adalah Tyovan Ari Widagdo, pemuda asal Wonosobo, Jawa Tengah, Indonesia.
Dilansir dari Forbes, Jumat, 21 April 2017, Tyovan merupakan founder aplikasi Bahaso. Aplikasi ini merupakan platform bagi orang Indonesia yang ingin belajar bahasa asing.
Pada 2015, dia menggalang dana US$500 ribu (Rp6,6 miliar) untuk merilis aplikasi seluler ini. Setahun setelah diluncurkan, Bahaso telah diunduh sekitar 100 ribu pengguna.
Sebagai seorang wirausaha dan insinyur di bidang piranti lunak, selain Bahaso, Tyovan juga merilis Vemobo. Nah, Vemobo, yang merupakan karya pertama Tyovan, digunakan oleh Presiden Indonesia untuk melacak sistem infrastruktur.
Selain pengusaha, Tyovan juga merupakan pembicara di bidang pendidikan, wirausaha, dan pelaku usaha di teknologi.
Siapa Tyovan Ari Widagdo?
© Dream
Dilansir dari berbagai sumber, pria kelahiran Wonosobo ini merupakan lulusan Computer Science Universitas Bina Nusantara (Binus University). Dia dinobatkan sebagai “Super Achieving Young Founders from Asia” dari kategori Consumer Technology dalam “30 Under 30 Forbes Asia 2017”.
Tyovan memulai karirnya di dunia IT saat dudk di bangku SMA. Di usianya 17 tahun kala itu, dia begitu mantap merintis perusahaan teknologi bernama Vemobo.
Pada 2012. Tyovan turut mengembangkansejumlah platform yang salah satunya seperti Reporting and Coordination system. Platform tersebut digunakan Presiden Indonesia saat itu.
Dia juga pernah masuk ke dalam lima besar kompetisi inovasi di Stanford University pada 2013 dan sempat magang di Google.
Sepulang dari Amerika Serikat, lelaki berusia 27 tahun ini ditawari menjadi pengembang Dolphin Browser di Indonesia. Dia pun dipercaya menjadi seorang Country Manager untuk Indonesia.
Segudang prestasi ini membuat dirinya masuk ke dalam daftar 100 Top World Global Young Innovator yang dikeluarkan oleh lembaga inovasi YouNoodle dari Amerika Serikat.(Sah)
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari