Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Kerja Sama Baznas-BPJS (Dream.co.id/Ahmad Baiquni)
Dream - Potensi ketidakmampuan membayar iuran Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) menjadi momok bagi kaum miskin. Terutama bagi mereka yang masuk kategori mandiri.
Banyak peserta JKN-KIS bukan penerima upah kelas III kerap terkendala membayar iuran. Alhasil, mereka tidak bisa mengakses layanan kesehatan.
Menghadapi persoalan ini, Badan Amil Zakat Nasional bekerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan akan melunasi iuran golongan miskin yang tertunggak. Minimal, tunggakan iuran tersebut berlangsung selama tiga bulan.
" Baznas mendorong masyarakat miskin untuk memperoleh hak yang sama dengan masyarakat yang mampu membayar iuran, sehingga mereka juga mendapatkan layanan kesehatan yang layak," ujar Direktur Penghimpunan, Komunikasi, dan Informasi Nasional Baznas, Arifin Purwakananta, melalui keterangan tertulis diterima Dream, Jumat, 21 April 2017.
Direktur Keuangan dan Investasi BPJS Kesehatan, Kemal Imam Santoso, mengatakan banyak peserta JKN-KIS mandiri yang tidak bisa membayar iuran rutin karena berbagai alasan.
" Selain peserta gratis, ada juga peserta mandiri yang kemampuan membayarnya terbatas, karena itu kita perlu menjembatani mereka melalui kerjasama dengan Baznas," ucap Kemal.
Diperkirakan saat ini ada sekitar 3 juta peserta BPJS membutuhkan bantuan mencapai Rp700 miliar. Tahap awal kerja sama Baznas-BPJS Kesehatan ini diharapkan dapat menghimpun bantuan mencapai Rp15 miliar.
Bantuan tersebut akan dihimpun dari pelbagai platform yang dikembangkan bersama. Platform tersebut seperti website masing-masing lembaga maupun laman pengumpulan donasi kitabisa.com.
" Melalui ajakan donasi pada seluruh platform yang kami miliki, kami berharap semua orang miskin mendapatkan akses kesehatan," kata Arifin.(Sah)
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan