Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Dream - Majelis Ulama Indonesia akan menggelar Kongres Ekonomi Umat dengan tema 'Arus Baru Ekonomi Indonesia'. Kongres yang berlangsung di Hotel Grand Sahid Jaya pada 22-24 April 2017 itu merupakan event pertama yang khusus membahas persoalan ekonomi.
" Insya Allah, kongres ini akan dibuka langsung oleh Presiden Joko Widodo dan dihadiri setidaknya 12 menteri Kabiner Kerja," ujar Ketua Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat MUI, M Azrul Tanjung, melalui keterangan tertulis diterima Dream, Kamis, 20 April 2017.
Azrul mengatakan kongres ini bertujuan untuk menginventarisir dan menjawab sejumlah problematika bangsa di bidang ekonomi. Kongres ini akan mendorong adanya koordinasi, konsolidasi, kolaborasi, serta sinergi seluruh eksponen penyangga ekonomi umat.
" UUD 1945 Pasal 33 telah mengamanatkan kepada kita bahwa perekonomian nasional diselenggarakan berdasarkan atas demokrasi dengan prinsip kebersamaan, efisiensi berkeadian, dan lainnya, namun faktanya saat ini banyak penguasaan ekonomi belum merata," kata Azrul.
Azrul mengatakan penguasaan sektor-sektor penting, terutama menyangkut hajat hidup orang banyak masih berada di tangan segelintir pihak. Padahal, konstitusi membuka kesempatan seluas-luasnya bagi keterlibatan seluruh bangsa.
Hal yang lebih miris, aset-aset ekonomi bangsa lebih banyak dikuasai asing dan perusahaan besar yang makin kaya. Sementara, ekonomi rakyat dalam bentuk KUMKM hanya mendapat porsi di bawah 20 persen pada perekonomian nasional.
" Terjadi ketimpangan ekonomi dan pendapatan yang menjadi permasalahan ekonomi Indonesia," kata Azrul yang juga menjabat sebagai Sekretaris Panitia Kongres.
Kongres ini merupakan tindak lanjut dari hasil Kongres Umat Islam Indonesia VI di Yogyakarta pada 5-11 Februari 2015. Kongres ini diharapkan dapat menciptakan momentum penting dalam membangkitkan ekonomi umat.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam