Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Dream - Kelompok usaha raksasa Indonesia, PT Astra International Tbk (Astra) menebar diskon bernilai triliun pada tahun ini. Bonus senilai Rp 6,8 triliun diberikan sebagai dividen bagi para pemegang saham.
Bonus tersebut berasal dari laba bersih konsolidasi perusahaan hasil kinerja tahun 2016 sebesar Rp 15,15 triliun.
Selain keputusna pembagian dividen, Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Astra juga memutuskan dana sekitar Rp 8,35 triliun dibukukan sebagai laba ditahan.
Mengutip keterangan tertulis perusahaan, Jumat, 21 April 2017, bonus itu dibagikan sebagai dividen tunai sebesar Rp 168 per saham yang akan diperhitungkan dengan dividen interim Rp. 55 per saham yang telah dibayarkan pada tanggal 21 Oktober 2016. Sehingga pemegang saham nantinya akan menerima sisa bonus sebesar Rp 113 per saham yang akan dibayarkan pada tanggal 19 Mei 2017.
Presiden Direktur PT Astra International Tbk, Prijono Sugiarto mengatakan kinerja bisnis Grup Asta pada tiga paruh pertama2017 juga menunjukan perkembangan positif.
Pada kuartal I-2017 ini, segmen otomotif perusahaan mencapai pangsa pasar yang kuat untuk mobil dan motor. Meski diakui penjualan motor secara nasional mengalami penurunan.
Untuk pendapatan konsolidasi kuartal I-2017, Asta mencetak Rp 48,8 triliun atau naik 16 persen dari posisi sama setahun yang lalu. Hasil ini mendorong laba perusahaan melonjak 63 persen menjadi Rp 5,1 triliun.
Dari tujuh sektor bisnis yang digarap Astra, sektor properti mencetak kenaikan laba bersih tertinggi hingga 223 persen menjadi Rp 42 miliar. Diikuti sektor alat berat dan pertambangan yang naik 104 persen menjadi Rp 902 miliar, agribisnis 92 persen (Rp 638 miliar), jasa keuangan 75 persen (Rp 1,12 triliun), dan otomotif 45 persen atau sebesar Rp 2,29 triliu.
Dua sektor bisnis Astra masih mencetak kinerja negatif yaitu teknologi informasi yang turun 23 persen menjadi Rp 26 miliar dan infrastruktur dan logistik turun 3 persen menjadi Rp 67 miliar.
" Grup Astra berharap mendapatkan manfaat dari pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan, didukung oleh harga komoditas yang lebih tinggi, walaupun bisnis otomotif diperkirakan menghadapi persaingan harga yang lebih kompetitif,” kata Prijono dalam keterangannya.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam