Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Annabelle Lee, Wanita Pengusaha Yang Ingin "balik" Jadi Karyawan. (Foto: Business Insider)
Dream – Di Singapura, siapa tidak kenal Annabelle Lee? Seorang wanita Korea Selatan ini terbilang sukses menjadi wirausahawan dengan bisnis-bisnis yang dirintisnya.
Namun, setelah sukses, dia ingin kembali menjadi karyawan.
Bagaimana ceritanya?
Dilansir dari Business Insider, Kamis 6 Juli 2017, kisah bisnis Annabelle ini bermula dari tahun 2007. Ketika itu, sang ibu mencari-cari restoran Korea di Singapura—ya, dia dan ibunya pindah dari Seoul, Korea Selatan ke Singapura pada 2002, namun restoran tersebut tidak ditemukan.
Akhirnya, Annabelle dan ibunya mendirikan restoran ayam goreng Korea, Kko Kko Nara. Dia berkisah tak banyak makanan Korea Selatan yang dijual di Singapura. Kini, makanan asal Negeri Gingseng menjamur berkat drama Korea seperti Descendants of The Sun.
“ Kami beruntung mulai pertama. Kini sudah banyak restoran ayam goreng,” kata Annabelle.
Dia mengatakan bumbu ayam goreng Kko Kko Nara ini menggunakan resep rahasia dan beberapa bahannya diimpor langsung dari Korea Selatan.
Bisnis ayam goreng sukses. Annabelle dan keluarganya memutuskan untuk berinvestasi di bisnis baru. Kali ini yang dibidik adalah bisnis restoran seafood dan restoran karaoke Korea—dua bisnis ini sukses dan usahanya pun dijual ke pengusaha lain.
“ Saat itu, saya masih muda dan punya banyak tenaga. Kini, hanya setengah hari di restoran dan saya lelah,” kata dia.
Annabelle mengatakan tidak selalu hasil yang baik yang didapatkan. Layaknya pengusaha sukses lainnya, dia kerap melakukan kesalahan, seperti dicurangi pihak lain dan kehilangan uang karena kontraktor dan agen properti yang tidak bertanggung jawab.
© Dream
Sebuah pelajaran bisnis terbesar datang ketika keluarganya merintis usaha pakaian. Ketika itu, Annabelle berusia 23 tahun. Di usia yang terbilang muda, Annabelle menjadi bos Orchard Boutique—usaha butik yang dirintis keluarga Annabelle. Salah satu hal yang paling sulit untuk dia adalah mengendalikan staf.
“ Ketika mengatur staf atau klien dari Korea, mereka berpikir, ‘Dia sangat muda. Apa yang dia tahu tentang bisnis’,” kata dia.
Annabelle mengaku sedih mendengar hal tersebut. Dia berkata stafnya mungkin tidak nyaman bekerja dengan pimpinan yang masih muda, padahal tak terkesan bossy. Untuk menghilangkan kesedihannya, Annabelle memilih fokus terhadap pekerjaannya.
Pada akhirnya, dia memutuskan menutup butiknya karena lokasi bisnis tidak strategis dan jangkauan konsumennya kurang luas.
“ Sangat sedih ketika kami harus menutupnya. Saya berusaha keras untuk membangunnya pada tahun pertama, tapi saya sadar itu tidak akan bekerja,” kata dia.
Hampir sepuluh tahun, Annabelle masih bekerja dengan ibu, bibi, dan saudaranya untuk menjalankan bisnis. Annabelle sendiri memegang bagian operasional bisnis, sementara yang lainnya memegang urusan operasional dapur dan makanan.
© Dream
Annabelle pun pindah ke Los Angeles, Amerika Serikat untuk belajar bisnis internasional. Dia pun menemukan bahwa teori yang di buku tidak bisa dibandingkan dengan pengetahuan yang didapatkan dari mengelola usaha sendiri.
Selama tiga tahun wanita ini mengambil banyak pekerjaan sampingan di Amerika Serikat, seperti menjadi penerjemah, sales, bahkan marketing. Dia juga pernah menjadi asisten pribadi seorang pemilik diler mobil.
Annabelle pun menolak jika disebut sebagai orang yang sukses. Dia beralasan masih belajar menjadi pengusaha. Jika diberi kesempatan, Annabelle ingin menjadi karyawan. Dengan begitu, dia bisa belajar lebih banyak dari lebih banyak industri.
“ Ketika berhenti rendah hati, Anda akan stop belajar,” kata wanita yang turut memiliki usaha restoran Korea bernama Todamgol ini.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya