Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Suara-Suara di DPR Soal Ijazah Gibran
Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
Dream - Majelis Ulama Indonesia (MUI) memandang, pemanfaatan instrumen keuangan syariah untuk sosial, yaitu zakat, infak, sedekah, wakaf belum optimal. Padahal, instrumen ini dapat memberikan manfaat begitu besar bagi perekonomian.
" Seandainya semua pemangku kepentingan dan masyarakat menyadari bersama akan manfaat dan keuntungan dari instrumen ziswaf (zakat, infak, sedekah dan wakaf) ini, kami meyakini bahwa instrumen ziswaf dapat menjadi bagian dari kebijakan ekonomi nasional dalam rangka mengatasi permasalahan ekonomi mendasar yang telah kami kemukakan di awal," kata Ketua MUI, KH Ma'ruf Amin, di Jakarta, Senin, 24 Juli 2017.
Ma'ruf mengatakan, ziswaf bisa mengatasi ketimpangan yang terjadi antara masyarakat kaya dan miskin. Misalnya, zakat bisa menjawab masalah perekonomian nasional yaitu memberdayakan masyarakat miskin.
" Zakat sebagai pengumpul dana sosial untuk didistribusikan kepada masyarakat miskin dalam rangka konsumsi, sehingga agregat konsumsi dapat dijaga sebagai penopang pertumbuhan ekonomi," kata dia.
Sedangkan infak, sedekah dan wakaf, kata Ma'ruf, dapat mendorong partisipasi masyarakat mewujudkan tugas negara dalam memenuhi kepentingan publik. Seperti pembangunan sarana prasarana, pemberdayaan masyarakat, pemenuhan konsumsi dan kebutuhan lain untuk umum.
" Dengan jumlah penduduk Muslim yang hampir mencapai 223 juta, hal ini merupakan sumber dana sekaligus potensi penyebaran ziswaf yang sangat potensial besar sehingga akan mampu menciptakan arus baru perekonomian Indonesia," kata dia. (ism)
Advertisement
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane

Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama
