Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Direktur Utama Bank Negara Indonesia (BNI) Syariah, Dinno Indiano mengatakan, di tengah situasi pertumbuhan industri perbankan syariah yang terus melambat, BNI Syariah masih mampu bertahan.
“ Kita bersyukur karena sampai sekarang kita masih di track, aset kita sekarang sudah mencapai Rp 21,3 triliun. Sedangkan, targetnya Rp 21,7 triliun. Artinya, dalam waktu kurang dari 3 bulan Insya Allah akan bisa kita capai,” ungkap Dinno di Jakarta, Senin 21 September 2015.
Selain itu, tingkat kredit macet atau Non Performing Finance (NPF) BNI Syariah juga masih jauh di bawah tingkat NPF industri perbankan syariah secara umum. Dinno menyebut, NPF bank yang ia pimpin hanya sebesar 2,6 persen sementara industri perbankan syariah secara umum mencapai NPF hingga 4,7 persen.
Menurut Dinno, prestasi tersebut masih dapat diraih oleh BNI Syariah lantaran masih disiplin dalam melakukan dua hal. Pertama, pembiayaan untuk keperluan konsumsi yaitu rumah pertama.
Tingkat NPF pada program Kredit Pembiayaan Rumah (KPR) rumah pertama hanya 1,6 persen. “ Nah, ini yang banyak menolong kita untuk stabil labanya,” kata Dinno.
Selain itu, lanjut Dinno, BNI Syariah juga tidak ragu menghentikan pembiayaan untuk keperluan produktif. Pihaknya tidak memaksa pembiayaan di sektor produktif dapat bertumbuh karena memang prioritas BNI Syariah adalah memberikan pembiayaan dalam ranah konsumsi, terutama rumah pertama.
“ Itu (KPR rumah pertama) yang bikin kita selamat,” pungkas Dinno. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya